Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Budayakan Tertib, Berikan Kursi pada Kelompok Prioritas

Etika transportasi umum berikan kursi pada kelompok prioritas
  • 01 April 2021
  • 0 Komentar

Budayakan Tertib, Berikan Kursi pada Kelompok Prioritas

Di beberapa transportasi publik kini telah disediakan kursi prioritas, namun kesadaran masyarakat masih belum terbangun sepenuhnya untuk memberikan tempat duduknya bagi kelompok prioritas. Di sinilah perlunya sikap berani dan peduli yang merupakan nilai sikap integritas untuk memberikan kursi bagi kelompok yang lebih membutuhkan  tersebut.

 

(Jakarta, 29/03/2021) Transportasi umum kini sudah banyak yang mulai mengakomodir kursi prioritas, seperti Trans Jakarta dan kereta komuter (commuter line). Namun kerap kali sebagian masyarakat masih belum memiliki kesadaran, dengan menempati kursi prioritas tersebut dan/atau tidak mau memberikan tempat duduk bagi kelompok yang ditujukan. Pun ketika jam sibuk dan penumpang membludak, tak jarang kursi prioritas penuh sehingga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk memberikan tempat duduknya di kursi reguler.

 

Kursi prioritas sendiri disediakan untuk kelompok lanjut usia (lansia), disabilitas, ibu hamil, serta ibu yang membawa balita. Biasanya kursi prioritas terletak di ujung dan berwarna berbeda dari kursi lainnya serta diberi stiker sebagai penanda. Meski demikian, masih banyak penumpang transportasi umum yang tak peka atau justru malah berpura-pura tidak tahu bila melihat ada kelompok yang diprioritaskan membutuhkan tempat duduk tersebut. Fenomena tersebut biasanya muncul karena jumlah penumpang transportasi umum yang membludak sedangkan ketersediaan kursi prioritas terbatas. Terlebih saat jam sibuk seperti berangkat kerja dan pulang kerja, yang penuh sesak oleh penumpang sehingga aksi berebut kursi pun tak terelakkan.

 

Tak jarang pula petugas harus menegur terlebih dahulu untuk memberikan tempat duduk kepada kelompok prioritas. Setali tiga uang, dengan kelompok prioritas yang kerap kali harus meminta bantuan kepada petugas agar dimintakan kursi kepada penumpang lain karena tidak ada yang menyilakan duduk. Sebenarnya kursi prioritas tersebut boleh saja digunakan oleh penumpang lain sepanjang tidak ada kelompok prioritas. Namun, apabila ada kelompok yang diprioritaskan masuk ke dalam kendaraan umum, kursi prioritas itu harus diberikan kepada yang berhak. Ketentuan ini pun berlaku di seluruh dunia. Bahkan di Taipei, Taiwan, kursi prioritas seperti disakralkan, lho sobat Revmen! Sekalipun bus atau subway penuh sesak ketika jam sibuk, kursi prioritas tetap dibiarkan kosong tak diduduki dan bila ada yang menduduki di luar kelompok prioritas maka siap-siap akan dipelototi oleh para penumpang lainnya.

 

Sayangnya, kesadaran tersebut masih belum terbangun sepenuhnya di masyarakat kita. Sehingga masih mengandalkan peran atau keterlibatan petugas untuk menegur terlebih dahulu agar memberikan kursi prioritas kepada kelompok yang berhak. Bahkan, aksi rebutan kursi di transportasi umum pun acap kali menuai pertikaian antarpenumpang hingga viral di sosial media. Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Danang Parikesit, menyebut masalah mengapa kursi prioritas seringkali disalahgunakan terletak pada degradasi moral dan empati masyarakat.

 

Sebagaimana etika menggunakan transportasi umum, di sinilah perlunya sikap berani dan peduli yang merupakan nilai sikap integritas untuk memberikan kursi bagi kelompok prioritas yang lebih membutuhkan. Sekalipun kita duduk di kursi reguler dan bukan kursi prioritas, apabila melihat seseorang dari kelompok prioritas yang membutuhkan duduk, kita harus berani dan peduli menawarkan mereka tempat duduk kita. Sikap tersebut sekaligus mencerminkan salah satu gerakan revolusi mental yakni Indonesia Tertib. Yuk sobat Revmen, dengan kondisi yang lebih prima sudah sepatutnya kita tunjukkan integritas dan empati kita dengan memberikan tempat duduk kepada kelompok prioritas sebagai bentuk budaya tertib bertransportasi umum! #AyoBerubah #IndonesiaTertib

 

Sumber Foto: https://wow.tribunnews.com/2017/11/30/viral-pria-ini-duduk-di-bangku-prioritas-sedangkan-ada-ibu-gendong-anak-di-depannya-ternyata

 

Referensi:

Tirto.id, bobo.grid.id, aclc.kpk.go.id

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: