Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

BPJS Kesehatan: Gotong Royong Menuju Indonesia yang Lebih Sehat

BPJS Kesehatan dilandasi prinsip  gotong royong dengan cara tertib membayarkan iuran
  • 13 April 2021
  • 0 Komentar

BPJS Kesehatan: Gotong Royong Menuju Indonesia yang Lebih Sehat

Dengan gotong royong dan bahu membahu lewat sistem iuran, maka iuran peserta JKN-KIS yang sehat dapat membantu subsidi/dana pengobatan peserta lain yang sedang sakit. Sebaliknya, bila suatu saat peserta sehat tersebut jatuh sakit maka dapat subsidi/dana pula dari iuran peserta yang sehat lainnya.

 

Jakarta (13/04/2021) Gotong royong yang menjadi jati diri bangsa Indonesia yang telah berlangsung turun temurun dan teraktualisasi dalam berbagai bidang, tak terkecuali dalam upayanya beroleh kesehatan. Prinsip gotong royong yang diterapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melandasi terlaksananya program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN–KIS). Hal tersebut kiranya menjadi wujud gotong royong bersama menyongsong Indonesia yang lebih sehat, sehingga melalui program JKN-KIS diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat memperoleh jaminan kesehatan yang adil dan merata.

Gotong royong dalam JKN-KIS terejawantahkan di dalam prinsip asuransi sosial. Dengan saling bahu membahu dan melengkapi lewat sistem iuran, maka peserta yang sehat dapat membantu peserta lain yang sedang sakit. Di mana setiap bulannya, iuran peserta JKN-KIS digunakan untuk membiayai para peserta yang sedang sakit bahkan membutuhkan biaya pengobatan yang besar, misalnya gagal ginjal yang mengharuskan pasien cuci darah berkala, oleh karenanya iuran bulanan dari para peserta JKN-KIS yang sehat itu dapat menutupi biaya pengobatan tersebut. Begitu pula sebaliknya, bila suatu saat peserta yang sehat tersebut jatuh sakit maka dapat subsidi/dana pula dari iuran peserta yang sehat lainnya.

Masyarakat yang tak mampu ikut berpartisipasi pula sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN-KIS yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah. Menurut laporan BPJS Kesehatan sebagaimana dilansir Katadata.co.id, sampai dengan Desember 2020, sebanyak 222,5 juta orang atau 81,3% populasi Indonesia terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Di mana dari total jumlah tersebut, jumlah peserta PBI yang iurannya dibayarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai 132,8 juta orang.

“Gotong royongnya di penyelenggaraannya, artinya semua orang di Indonesia saling membantu, saling bahu membahu untuk membiayai saudara-saudaranya yang sakit. Bukan berarti dia tidak menggunakan, rugi. Harusnya di sini lah gotong royong itu, ketika dia tidak menggunakan sesungguhnya dia sudah membantu masyarakat Indonesia lainnya yang membutuhkan,” terang Asisten Deputi Bidang Manajemen Budaya Organisasi dan Revolusi Mental BPJS Kesehatan, Ropik Patriana saat dihubungi pada Jumat (26/3).

Selain dalam hal penyelenggaraannya, BPJS Kesehatan pun menjadi institusi pertama yang ditunjuk pemerintah sebagai laboratorium implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) pada 2015 silam. Maka BPJS Kesehatan senantiasa mengedepankan integritas, profesional, pelayanan prima, dan efisiensi operasional dalam mengemban tugasnya melayani masyarakat ___ sebagaimana implementasi tiga nilai utama Revolusi Mental yakni integritas, etos kerja, dan gotong royong. Oleh karenanya tak hanya dalam hal penyelenggaraannya, nilai gotong royong pun diwujudkan oleh BPJS Kesehatan yang baru-baru ini mengadakan program urun dana (crowdfunding).

Salah satu aksi nyatanya ialah, para pegawai BPJS Kesehatan atau yang disebut dengan Duta BPJS Kesehatan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu membayarkan peserta mandiri kelas 3 JKN-KIS yang kesulitan membayar iuran/menunggak karena kondisi ekonomi mereka yang kurang mampu. Guna menggalang dana dengan tujuan serupa, BPJS Kesehatan turut mengembangkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar perusahaan-perusahaan, hingga menggandeng platform digital crowdfunding seperti wecare.id dan kitabisa.com.

“Sehingga prinsipnya kami adalah jangan sampai peluang untuk menolong masyarakat ini kami lewatkan,” pungkas Ropik.

Sesuai Undang-Undang No.24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bahwa untuk mewujudkan tujuan sistem jaminan sosial nasional perlu dibentuk badan penyelenggara yang berbentuk badan hukum berdasarkan prinsip kegotongroyongan, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, portabilitas, kepesertaan bersifat wajib, dana amanat, dan hasil pengelolaan dana jaminan sosial seluruhnya untuk pengembangan program dan untuk sebesar-besar kepentingan peserta.

Sebagaimana slogan BPJS Kesehatan “Dengan Gotong Royong, Semua Tertolong”, maka patuh membayarkan iuran bulanan secara rutin sama saja berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih sehat! #AyoBerubah

 

Sumber Foto:

https://beritagar.id/artikel/berita/gotong-royong-demi-bpjs-kesehatan

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: