Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

BIKERS DAN GOTONG ROYONG KAMPANYE SAFETY RIDING

Training safety riding Honda
  • 27 Mei 2021
  • 0 Komentar

BIKERS DAN GOTONG ROYONG KAMPANYE SAFETY RIDING

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas, yang sebagian menyebabkan kematian, membuat berbagai pihak mengambil inisiatif untuk melakukan kampanye berkendara aman (safety riding).

 

Jakarta (22/05/2021) Berdasarkan Global Status Report on Road Safety 2018 yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO), Indonesia berada di urutan ke 87 sebagai negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia. Jumlah kecelakaan di Indonesia mencapai angka 18 jiwa per 100.000 jumlah populasi. Lima negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia adalah Zimbabwe (61/100.000), Liberia (52/100.000), Malawi (51/100.000), Gambia (47/100.000) dan Togo (46/100.000). Sementara lima negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas terendah adalah Swedia, Jepang, Switzerland, Kiribati dan inggris, dengan rasio kecelakaan 2/100.000.

 

Menurut laporan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tahun 2017, setiap jam rata-rata 3 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Ada tiga faktor penyebab terjadinya kecelakaan, yaitu akibat kelalaian manusia (61%), faktor kondisi kendaraan (9%) dan karena faktor prasarana (30%).

 

Pada tahun 2019, berdasarkan laporan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, jumlah kecelakaan mencapai 103.672 kasus. Sementara pada tahun 2019 naik menjadi 107.500 kasus.

 

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang sebagian menyebabkan kematian, membuat pemerintah mengambil berbagai tindakan preventif, baik secara legal-formal maupun melalui kampanye berkendara aman (safety riding). Bukan hanya pemerintah, berbagai komunitas pengendara motor pun turut berpartisipasi untuk mengkampanyekan safety riding guna menekan angka kecelakaan sekaligus mempromosikan tertib berlalu lintas melalui kegiatan-kegiatan yang positif.

 

Sebagai contoh sebut saja komunitas Koster Indonesia yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, kepolisian, lingkungan RT/RW, kelurahan, dan media. Komunitas ini memilih salah satu media sosialisasi kampanyenya melalui siaran radio dan mengadakan silent campaign di jalan dengan tema “Bahaya Melawan Arus.”