Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Bersama-Sama Perangi Narkoba di Kala Pandemi

Penyalahgunaan narkoba akibat stres karena dampak pandemi Covid-19 hanya akan memperburuk keadaan terkena paparan virus corona
  • 26 Juni 2021
  • 0 Komentar

Bersama-Sama Perangi Narkoba di Kala Pandemi

Tekanan stres di tengah masyarakat akibat pandemi Covid-19, berdampak pada meningkatnya peredaran dan penyalahgunaan narkoba ___ yang justru menaikkan kerentanan dan memperburuk keadaan apabila terpapar virus corona.

 

Jakarta (26/06/2021) Pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga saat ini memberi dampak yang menghantam hampir seluruh sendi kehidupan. Tak hanya menyerang kesehatan fisik, pandemi Covid-19 juga rentan berpengaruh pada kondisi psikis seseorang. Di mana sektor ekonomi yang menerima pukulan paling keras, berdampak pada menurunnya pendapatan masyarakat hingga sebagian lainnya terpaksa kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian. Meningkatnya stres masyarakat tersebut berimplikasi pula pada meningkatnya tren peredaran dan penyalahgunaan narkoba pada masa pandemi Covid-19 ini. Padahal penyalahgunaan narkoba sebagai pelarian stres di tengah pandemi justru dapat memperburuk keadaan, termasuk meningkatkan kerentanan terhadap paparan virus Covid-19 itu sendiri.

 

Kondisi sulit akibat pandemi yang penuh dengan ketidakpastian membuat banyak individu merasa tertekan. Mereka yang terjerumus dalam pergaulan yang salah, lantas berupaya mencari jalan keluar dan pelarian dengan cara yang destruktif, salah satunya dengan mengkonsumsi narkoba. Seperti beberapa waktu belakangan ini, publik disuguhkan dengan pemberitaan media massa yang banyak mengangkat para selebriti tanah air yang kedapatan mengkonsumsi narkoba. Setali tiga uang, banyak diberitakan pula soal penangkapan pengedar atau penyelundup barang haram perusak anak bangsa itu. Mengutip Media Indonesia, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Reinhard Golose menyebut alasan tingginya peredaran narkoba ketika pandemi karena dipengaruhi permintaan atau demand yang tinggi sehingga pasokan atau supply juga tinggi seperti rantai yang saling menyambung.

 

Konsumsi narkoba sendiri jelas berbahaya bagi kesehatan dan merusak tubuh. Terlebih ketika masa pandemi dengan penularan virus Covid-19 yang sangat cepat, di mana orang yang mengkonsumsi narkoba lebih rentan terpapar Covid-19. Sebagaimana dilansir situs BNN Kepri, penyalahgunaan narkoba jenis opioid dan metamfetamin (sabu-sabu) dapat berisiko mengalami komplikasi serius Covid-19, karena efek dari zat ini terhadap pernapasan dan kesehatan paru-paru. Narkoba jenis opioid misalnya, dapat memperlambat pernapasan dan telah terbukti meningkatkan angka kematian pada orang dengan penyakit pernapasan. Pun begitu halnya dengan narkoba jenis metamfetamin (sabu-sabu), yang telah terbukti menghasilkan kerusakan paru yang signifikan karena sangat terikat pada jaringan paru.

 

Selain bahaya nyata di atas, mengkonsumsi narkoba juga tidak akan memecahkan masalah karena sifatnya hanya pelarian sementara. Malahan justru menimbulkan masalah baru lainnya, yakni memunculkan ketergantungan. Sebaliknya, bila muncul tekanan dan stres sebaiknya cari cara untuk mengatasinya dengan cara-cara yang konstruktif dan sehat. Misalnya dengan melakukan hal-hal yang positif seperti berolahraga, makan makanan bergizi, menjalin komunikasi dengan teman atau keluarga, dan sebagainya. Selain itu coba untuk praktikkan mindfulness, yakni fokus terhadap momen yang dirasakan saat ini tanpa memikirkan hal lain dan pada hal-hal yang berada di ranah kontrol diri. Namun, jika stres kian berkepanjangan dan masih belum dapat teratasi juga, segera cari pertolongan layanan profesional kesehatan jiwa untuk meminta bantuan lebih lanjut.

 

Berdasarkan data, tren peredaran narkoba saat pandemi Covid-19 justru mengalami peningkatan. Mengutip Bisnis.com, sepanjang tahun 2020, Bareskrim Polri telah berhasil menuntaskan 41.093 kasus tindak pidana peredaran narkoba. Dari sejumlah kasus tersebut, barang bukti yang berhasil disita antara lain ganja 50,95 ton, sabu 5,91 ton, ekstasi 905.425 butir. Barang bukti lainnya yang juga diamankan Bareskrim Polri ialah tembakau gorila 138 kg, heroin 42 kg, kokain 330,59 gram, serta hashish 64,59 gram. Sementara seperti dilansir Antara, sepanjang Januari-Maret 2021, BNN telah menyita barang bukti ganja sebanyak 3.462,75 kg, atau meningkat 143,64% dibandingkan barang bukti tahun 2020 sebanyak 2.410 kg. Sedangkan barang bukti sabu-sabu berhasil disita sebanyak 808,68 kg, atau meningkat 70,19% dibandingkan barang bukti tahun 2020 sebanyak 1.152,2 kg.

 

Tak hanya menimbulkan dampak negatif bagi fisik dan psikologis, narkoba juga dapat menjadi sumber dari berbagai tindakan kriminalitas lainnya. Lebih lanjut, narkoba dapat menghancurkan masa depan generasi muda yang menjadi tumpuan dan harapan bangsa. Sobat Revmen, memperingati Hari Anti Narkotika Internasional yang jatuh pada tanggal 26 Juni, mari sama-sama kita wujudkan prestasi tanpa narkoba. Melainkan dengan selalu mengedepankan  Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong demi mewujudkan Indonesia Maju! #AyoBerubah #WARONDRUGS #HANI2021 #INDONESIABERSINAR 

 

 

Sumber Foto:

https://www.beritasatu.com/nasional/662619/bandar-narkotika-internasional-manfaatkan-masa-pandemi-covid19

 

Referensi:

Republika.co.id, 24/06/20

Republika.co.id, 26/06/20

Kepri.bnn.go.id,12/08/20

Kabar24.bisnis.com, 23/12/20

Antaranews.com, 18/03/21

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: