Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

BERANI BERUBAH TANPA NARKOBA

Ilustrasi pemuda menolak narkoba
  • 15 September 2021
  • 0 Komentar

BERANI BERUBAH TANPA NARKOBA

Generasi muda adalah sosok penerus yang akan menggantikan roda kepemimpinan bangsa ini di masa mendatang. Jika generasi muda terjebak dalam penyalahgunaan narkoba, maka bangsa ini akan mengalami masalah serius yang sangat mendasar.

 

Jakarta (02/09/2021) Laporan yang disampaikan oleh United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) tahun 2020 mencatat ada sekitar 269 juta orang di dunia menyalahgunakan narkotika dan obat-obatan (narkoba). Jumlah ini tergolong sangat besar dan mengkhawatirkan, mengingat dampak berbahaya yang mungkin ditimbulkan oleh narkoba. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2019, terdapat sekitar 3,5 juta orang menyalahgunakan narkoba.

 

Apa sih sebetulnya yang dimaksud dengan narkoba? Menurut BNN, narkoba adalah bahan atau zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan seseorang, serta dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, dan dapat menimbulkan ketergantungan secara fisik maupun psikologi. Penyalahgunaan narkoba telah menjadi masalah global yang mengakibatkan dampak buruk di berbagai sektor kehidupan masyarakat, mulai dari aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kehidupan sosial dan keamanan. Hal ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi generasi muda.

 

Pada hakikatnya, generasi muda adalah sosok penerus yang akan menggantikan roda kepemimpinan bangsa ini di masa mendatang. Jika generasi muda terjebak dalam penyalahgunaan narkoba, maka bangsa ini akan mengalami masalah serius yang sangat mendasar. Beberapa dampak negatif yang akan dihadapi oleh generasi muda jika menyalahgunakan narkoba antara lain hilangnya rasa kepedulian terhadap sesama, menurunnya kondisi kesadaran dan moral, serta menurunnya produktivitas.

 

Demi membangun generasi yang terbebas dari narkoba, pemerintah, melalui BNN, telah melakukan berbagai tindakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Pada tindakan pencegahan misalnya, BNN meluncurkan sejumlah program yang mengadaptasi perkembangan teknologi digital, seperti meluncurkan Rumah Edukasi Anti Narkoba (REAN.ID), aplikasi Sistem Pelaporan Relawan Anti Narkoba (Siparel), Social Media Center (SMC) untuk P4GN, dan CNS (Cegah Narkoba Streaming) Podcast. Sementara untuk melakukan rehabilitasi, BNN telah bekerjasama dengan Kementerian Sosial (Kemensos), UNODC dan Colombo Plan.

 

BNN meyakini bahwa penyebaran narkoba sudah semakin canggih, oleh karenanya BNN merasa perlu untuk berkembang menjadi semakin moden. Berbagai program di atas merupakan langkah nyata yang dilakukan BNN untuk meningkatkan inovasi dalam mencegah dan memberantas narkoba di Indonesia. Tidak cukup sampai di situ, demi merealisasikan P4GN, BNN juga bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dan praktisi atau pakar untuk membangun Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN). Tujuan dari pelaksanaan KIPAN adalah untuk menumbuh-kembangkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, khususnya para pemuda, terhadap bahaya narkoba di lingkungan masing-masing.

 

Kemenko PMK turut menjelaskan bahwa pemberdayaan KIPAN merupakan strategi pembangunan kepemudaan dalam pencegahan perilaku berisiko pada pemuda melalui sistem koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta pengembangan peran swasta dan masyarakat dalam menyelenggarakan pelayanan kepemudaan yang terintegrasi. Sementara Kemenpora menyatakan bahwa melalui KIPAN para pemuda dapat diberdayakan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dan hal lain yang terkait dengan perilaku berisiko pemuda untuk membentuk generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing.

 

KIPAN juga merupakan sebuah respon logis terhadap minimnya efek jera bagi para bandar atau pengedar yang ditimbulkan oleh sistem hukum. Para bandar dan pengedar narkoba masih melakukan praktik penjualan narkoba sekali pun mereka pernah dihukum atau melihat bandar narkoba lain divonis mati. Bahkan para bandar masih dapat mengendalikan praktik penjualan narkobanya dari balik jeruji penjara. Merespon fenomena tersebut, BNN, Kemenpora dan Kemenko PMK sepakat untuk membentengi para pemuda dengan pemahaman anti narkoba agar para pemuda tidak mudah terpapar apalagi menjadi pecandu.

 

Sobat Revmen, narkoba adalah musuh yang sangat jahat. Kita semua wajib menjadi relawan-relawan untuk melakukan pencegahan yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga, seperti melakukan pendidikan agama, pendidikan moral, pendidikan karakter dan mengawasi jaringan pergaulan anggota keluarga. Tidak dapat dipungkiri bahwa pola penyebaran narkoba saat ini semakin beragam, semakin canggih dan semakin massif. Narkoba bahkan bisa disebarkan melalui bahan makanan atau dapat pula disebarkan melalui jalur teknologi internet di darknet. Pemerintah sangat serius melakukan penanganan narkoba di berbagai lini. Oleh karena itu kita juga memiliki kewajiban untuk meningkatkan kepedulian agar keluarga dan lingkungan terdekat tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. #AyoBerubah #RevolusiMental #GerakanIndonesiaTertib #HidupTanpaNarkoba #StopNarkoba


Referensi:

Antaranews.com.(2021).  Diakses tanggal 13 Agustus 2021.

Bnn.go.id. (2020). Diakses tanggal 13 Agustus 2021.

Kemenkopmk.go.id. (2021).  Diakses tanggal 13 Agustus 2021.

Kemensos.go.id. (2020). Diakses tanggal 13 Agustus 2021.

Kumparan.com. (2018). Diakses tanggal 13 Agustus 2021.

 

Penulis: Robby Milana

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: