Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Banyak Anak Banyak Rezeki? Kehamilan & Jumlah Anak Perlu Direncanakan dengan Baik, lho!

ungkapan banyak anak banyak rezeki sepatutnya disikapi dengan perencanaan keluarga
  • 28 September 2021
  • 0 Komentar

Banyak Anak Banyak Rezeki? Kehamilan & Jumlah Anak Perlu Direncanakan dengan Baik, lho!

Banyaknya anak tak serta merta berbanding lurus dengan banyaknya rezeki. Justru, pasangan suami istri penting untuk merencanakan kehamilan dan mempertimbangkan jumlah anak dengan masak, baik dari segi kemampuan finansial maupun dalam hal mengasuh anak.

 

Jakarta (20/09/2021) Zaman dahulu memiliki banyak anak mungkin adalah hal yang dianggap lumrah. Bersamaan dengan itu banyak pula yang mempercayai anggapan bahwa dengan memiliki banyak anak maka akan membawa rezeki yang banyak pula. Namun di tengah perkembangan populasi penduduk dunia dan tuntutan hidup di zaman modern saat ini apakah anggapan tersebut masih relevan? Yuk sobat Revmen, mari kita dedah lebih jauh terkait ungkapan “banyak anak, banyak rezeki”!

 

Pada generasi nenek kakek kita terdahulu mungkin lazim ditemui orangtua yang memiliki lebih dari tiga orang anak. Meski “banyak anak, banyak rezeki” telah jamak dipakai sebagai ungkapan, namun pada zaman tersebut banyaknya anak lebih banyak dikarenakan belum mengenal alat kontrasepsi. Di mana program Keluarga Berencana (KB) sendiri baru pertama kali ditetapkan sebagai program pemerintah pada 1970, sebagai salah satu cara untuk menekan pertumbuhan jumlah penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Meski demikian, ungkapan “banyak anak, banyak rezeki” masih tetap eksis hingga saat ini, yang terkadang kerap dijadikan kelakar ketika seseorang memiliki banyak anak.

 

Di sisi yang lain, ungkapan yang dipercayai tersebut kerap kali menjadi batu ganjalan pula dalam penerapan program KB di masyarakat. Menyoal ungkapan tersebut, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, pun menyebut hal utama yang perlu dipahami ialah soal konsepsi rezeki. Menurut Hasto sebagaimana dilansir Liputan6.com, rezeki tak otomatis datang begitu saja dengan memiliki banyak anak, melainkan sesuatu yang diupayakan. Kedua, yang perlu diperhatikan dalam menentukan jumlah anak ialah bagaimana kondisi kemampuan pasangan suami istri untuk mengurus anak itu sendiri.

 

Namun tak berarti pula, sedikit anak dengan begitu rezeki serta merta akan banyak. Maka, titik tekannya sekali lagi ialah persiapan yang baik dan matang pasangan suami istri dalam merencanakan seberapa besar jumlah keluarga. Di mana, perencanaan keluarga sendiri adalah salah satu kunci dalam mewujudkan Indonesia Maju 2045 ___ yang meliputi perencanaan saat akan menikah, kehamilan, hingga saat membangun keluarga yang lebih berkualitas. Penting pula untuk memastikan jarak antar kelahiran minimal dua tahun, guna meminimalisir risiko kesehatan ibu dalam persalinan dan setiap anak mendapatkan haknya atas air susu ibu (ASI) eksklusif selama 1000 hari pertama kehidupan.

 

Di tengah tuntutan zaman modern dengan meningkatnya jenis kebutuhan dan persaingan ekonomi yang semakin kompetitif, pasangan orangtua diharapkan mempertimbangkan kemampuan finansialnya dalam memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier bagi tumbuh kembang anak. Tak hanya kemampuan finansial, pasangan orangtua patut pula memperhatikan kemampuannya untuk hadir dan terlibat aktif dalam mengasuh anak (parenting skill). Menentukan banyaknya anak memang merupakan hak masing-masing pasangan, namun sebagaimana jargon baru program KB dari BKKBN yakni “Dua Anak Lebih Sehat”, diharapkan mampu untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Karena dengan dua anak, pemenuhan perhatian dan kebutuhan hidup anak kiranya lebih memungkinkan tercukupi bila suami dan istri sama-sama berkarier sekalipun.

 

Sobat Revmen, alih-alih menakar kebahagiaan keluarga berdasarkan kuantitas anak, lebih baik mengutamakan terlebih dahulu kualitas anak dalam bertumbuh. Apabila tidak dipersiapkan dengan baik dan matang, maka kehamilan yang tidak direncanakan dan jumlah anak yang banyak dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak kelak. Hal tersebut lebih jauh dapat berimplikasi pada lingkup sosial yang lebih luas, di mana keluarga sendiri merupakan unit sosial terkecil dalam masyarakat. Oleh karenanya sebagai generasi milenial yang akan mewarnai pembangunan Indonesia ke depan, mari sama-sama kita tingkatkan kualitas keluarga yang tangguh dan berkualitas demi mewujudkan Indonesia sejahtera! #AyoBerubah #RevolusiMentalKeluarga

 

Sumber Foto:

https://www.freepik.com/premium-vector/tired-young-family-with-many-children_7661014.htm

 

Referensi:

Skata.info, 22/09/17

Mediaindonesia.com, 29/09/20

Liputan6.com, 26/06/20

Health.detik.com, 19/03/14

Popmama.com, 06/05/21

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: