Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Aplikasi Mbak Dewi, Desa Wisata Tinalah

desa wisata, digital, inovasi,
  • 25 Januari 2022
  • 0 Komentar

Aplikasi Mbak Dewi, Desa Wisata Tinalah

Desa mandiri dengan pengembangan desa wisata mulai bermunculan di tanah air. Penggunaan teknologi digital pun dilakukan agar mengikuti perubahan zaman.


Jakarta,  (25/1/2022) Kondisi pandemi yang belum pasti kapan berakhirnya ini, tak menutup hasrat masyarakat untuk berwisata. Namun, tak ada salahnya kita tahu lebih banyak dahulu tempat wisata tujuan. Tentu yang aman dari virus dan memenuhi kriteria seperti sudah tersertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability). Selain itu, memastikan petugasnya sudah menjalankan vaksinasi untuk meminimalisir penyebaran virus.

Nah, salah satu tujuan wisata yang memenuhi kriteria itu adalah desa wisata Tinalah, di Kabupaten Kulon Progo, DIY.  Desa Wisata Tinalah merupakan salah satu destinasi wisata yang bisa diakses segala informasinya melalui aplikasi Dewi Tinalah. Pemanfaatan teknologi digital sekarang ini acapkali menjadi solusi atas berbagai permasalahan pariwisata. Saat pandemi Covid-19, Dewi Tinalah telah bertranformasi digital mengikuti perubahan zaman.

Seperti dilansir situs Dewi Tinalah, digitalisasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Dewi Tinalah sehingga mendapatkan informasi lengkap tentang paket wisata tanpa harus datang terlebih dahulu ke lokasi untuk melakukan berbagai aktivitas.

Begitu pula dalam bertransaksi, petugas sudah menyediakan QRIS (QR Code Indonesian Standard). Cukup unduh dan buka aplikasi pembayaran seperti OVO, Dana, LinkAja, mobile banking, pindai (scanQR Code-nya, ketik nominalnya, transaksi selesai dalam hitungan detik. Pada tataran pragmatis, tentunya ini memudahkan dalam bertransaksi di tempat wisata secara nontunai.

Pemanfaatan teknologi digital ini sudah menjadi fokus pengelola Dewi Tinalah sejak tahun 2013. Pada Bulan Oktober 2020, pengelola Desa Wisata Dewi Tinalah berhasil merelease Aplikasi Dewi Tinalah di Google Play Store khusus untuk pengguna android.
Fitur yang terdapat di Aplikasi Desa Wisata Dewi Tinalah meliputi profil desa wisata, agenda terbaru, layanan reservasi, informasi up to date, game digital, serta e-sertifikat bagi wisatawan yang menggunakan aplikasi tersebut.

Di balik digitalisasi Desa Tinalah itu, ada peran kolaborasi antar kampus di Yogyakarta yang menyokongnya. Dua kampus yang terlibat menyiapkan dalam mendorong digitalisasi wisata Desa Tinalah yakni Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Atma Jaya Yogyakarta  (UAJY) dengan Universitas Kristen Immanuel (UKRIM).

“Kami menerapkan model co-creation untuk melakukan digitalisasi pariwisata di Desa Wisata Tinalah itu,” kata Ketua Tim Pengabdian Desideria Cempaka Wijaya Murti seperti dikutip Tempo.co. Menurut Desideria, model co creation ini dilakukan dengan meningkatkan kemampuan warga atau capacity building dengan berbagai kegiatan yang berbasis teknologi, seperti pelatihan tentang fotografi, videografi, transaksi digital, penggunaan aplikasi Mbak Dewi, kegiatan story telling terkait warisan budaya Dewi Tinalah yang diupload di media sosial masing-masing warga serta pembangunan solar charging station.

Capacity building ini membantu warga untuk paham inovasi teknologi digital serta mengetahui daya tarik dan nilai jual dari desa mereka sendiri,” kata Desideria. Sementara, solar charging station akan sangat membantu paket tur yang berbasis teknologi. Wisatawan terus dapat menikmati wisata alam dengan teknologi tanpa takut kehabisan baterai mereka.

Adapun perwakilan kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Wisata Tinalah Galuh Fahmi mengatakan model kolaborasi dalam meningkatkan digitalisasi warga sangat berguna. Menurut dia, pelatihan ini dapat mengembangkan produk wisata Desa Tinalah. “Ini terobosan baru untuk Desa Tinalah dan berpotensi meningkatkan kunjungan wisata alam lebih optimal,” kata Galuh seperti dikutip Bernas.id.

"Belajar bersama melalui teknologi untuk menemukan dan mengenali keunikan alam melalui brand image "Mbak Dewi" dapat menjadi sumber inovasi bersama untuk kesejahteraan penduduk desa,"imbuh Galuh.

Kecerdasan Buatan

Aplikasi dewi Tinalah juga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan. Teknologi kecerdasan buatan yang digunakan dalam aplikasi tersebut salah satunya adalah teknologi image recognition. Melalui teknologi ini, peserta kelas alam dapat melakukan foto pada benda alam dan secara otomatis informasi mengenai benda alam yang difoto akan muncul pada aplikasi Dewi Tinalah.

"Pengembangan strategis digitalisasi pariwisata dapat dilakukan dengan melibatkan teknologi kecerdasan buatan yakni image recognition. Teknologi ini memiliki potensi untuk dieksplorasi terutama untuk mendukung program pariwisata yang berkelanjutan dan modern di era industri 4.0," ujar Antonius Bima Murti Wijaya, anggota Tim Abdimas UKRIM.

Desa Wisata Tinalah yang terletak di hamparan Perbukitan Menoreh sisi barat Yogyakarta itu, saat ini juga sedang mengembangkan aplikasi yang membuat wisatawan betah yakni aplikasi Baca Aura. Aplikasi ini mendorong wisatawan belajar tentang lingkungan, mengenali nama-nama dan karakter berbagai jenis tanaman yang ada di desa itu. Caranya unik, yakni mencocokkan karakter tanaman itu dengan karakter pengunjung yang menggunakan aplikasi itu.

Desa Wisata Dewi Tinalah memiliki kawasan sungai, hamparan sawah, kultur budaya warga yang hidup, dan dekat dengan beberapa spot wisata lain. Seperti dekat dengan Goa Sriti yang dulu menjadi persembunyian Pangeran Diponegoro saat melawan VOC, Puncak Kleco yang memungkinkan menikmati sunrise dan area kemping.Tinalah juga kaya potensi kuliner unik mulai kripik debog (batang) pisang, wingko, dan kopi.

Melalui inovasi teknologi ini, Dewi Tinalah pun masuk dalam 50 besar Desa Wisata Indonesia dalam penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Untuk menuju Dewi Tinalah hanya menempuh jarak 41 km dari New Yogyakarta International Airtport (NYIA), 26 km dari Stasiun Yogyakarta, dan 26 km dari Stasiun Wates.

Tertarik berlibur sobat revmen? Yuk coba buka berbaga rujukan desa wisata yang tak jauh dari tempat tinggalmu. Siapa tahu kamu bisa juga turut andil mengembangkan potensi lokal di daerah sekitarmu. #Ayoberubah #Revolusimental #Teknologi #Desawisata

 

Reporter PS

Sumber ;

1.     tempo.co diakses 24 Januari 2022

2.     Bernas.id diakses 24 Januari 2022

3.     Dewitinalah.com diakses 24 Januari 2022

4.     Kompas.com diakses 24 Januari 2022

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: