Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Andy Karyasa Wayan: Balas Dendam Masa Lalu dengan Dirikan Yayasan Relawan Bali

Andy Karyasa Wayan pendiri Yayasan Relawan Bali sebagai wadah kepedulian sosial
  • 08 Januari 2022
  • 0 Komentar

Andy Karyasa Wayan: Balas Dendam Masa Lalu dengan Dirikan Yayasan Relawan Bali

Lewat Yayasan Relawan Bali, Andy Karyasa Wayan menghadirkan wadah untuk menyemai kesukarelawanan pemuda, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong membantu sesama.


Jakarta (8/1/2021) Sobat Revmen, di era saat ini ada banyak cara dan medium yang dapat dimanfaatkan untuk berbagi kepada sesama. Sehingga tak harus selalu menunggu dompet tebal terlebih dahulu jika ingin mengulurkan bantuan. Seperti Andy Karyasa Wayan yang mendirikan Yayasan Relawan Bali dan memanfaatkan media sosial untuk menggerakkan aksi kemanusiaan dan kesukarelawanan. Di mana sosok yang tak asing bagi para pegiat sosial di Pulau Bali tersebut justru berangkat dari keluarga kurang mampu. Seperti apa? Yuk sobat Revmen, kita simak kisah dari sosok inspiratif berikut ini!


Andy Karyasa Wayan (42) mendirikan Yayasan Relawan Bali pada 2019, sebagai wadah kegiatan sosial untuk menyalurkan bantuan bagi warga yang membutuhkan. Andy datang dari keluarga kaya raya, justru semangat berbaginya tersebut dilatarbelakangi oleh masa lalunya yang pernah hidup dalam kondisi sulit karena himpitan ekonomi. Dengan profesi orangtuanya sebagai buruh tani, sewaktu kecil Andy harus berjuang melawan kelaparan dan kemiskinan bersama dengan saudaranya yang lain. Keluarga Andy pun tinggal di rumah anyaman bambu (gedek) yang tak lebih dari 4x5 meter. Kondisi sulit tersebut bahkan membawa satu kakak kandung Andy meninggal dunia karena kelaparan, dan dua kakak kandung Andy lainnya juga nyaris meninggal karena hal serupa.  


Karena untuk memenuhi makan sehari-hari pun sulit, Andy sebenarnya dilarang orangtuanya untuk bersekolah karena dianggap menghindar dari pekerjaan. Namun tekad Andy untuk menuntut ilmu begitu kuat, sehingga ia rela berjualan air yang diambil dari sungai kepada tetangganya demi bisa membeli buku dan bersekolah. Andy yang tak pernah sarapan dan membawa uang saku pun harus menahan lapar naik turun bukit tanpa alas kaki untuk bisa sampai ke sekolah, hingga ia pernah pingsan dalam perjalanan karena tubuhnya yang lemas. Bahkan anak kelima dari delapan bersaudara tersebut harus sembunyi-sembunyi untuk belajar kala malam hari, karena dianggap menghabiskan minyak untuk lampu penerangan di rumahnya yang tak dialiri listrik. 


Kondisi sulit tersebut membuat Andy mengalami trauma dan membenci orangtuanya, bahkan sempat terbesit di benaknya untuk mencoba mengakhiri hidup. Namun perlahan ia menyadari bahwa hal tersebut tak lain di latar belakangi oleh faktor keadaan ekonomi yang begitu sulit. Hingga pandangannya pun perlahan berubah ketika ia tamat SMA dan bekerja. Perasaan dendam terhadap masa lalunya yang pahit justru ketika dewasa ia wujudkan dalam bentuk kepedulian sosial agar tak ada yang bernasib serupa dengan dirinya dahulu. Di mana sebelum membentuk Yayasan Relawan Bali, Andy pernah pula membentuk perkumpulan bernama Kepedulian Hati untuk menolong warga sekitar yang tidak mampu di Pulau Dewata pada tahun 2005 silam. Pemuda asal Kabupaten Bangli itu juga mulai memanfaatkan medium sosial sejak tahun 2012 agar mampu menjangkau lebih banyak donatur.


Melalui akun media sosial yang telah disertakan dengan nomor rekening untuk mengumpulkan donasi, Andy mengunggah foto berikut keterangan kondisi warga yang membutuhkan. Sebelum menyalurkan donasi pun Andy akan melakukan survei terlebih dahulu agar penerima bantuan tepat sasaran. Untuk menjaga kepercayaan dan pertanggungjawaban kepada para donatur, maka Andy akan melakukan pembukuan resmi dan mengunggah rincian pelaporan penggunaan donasi di akun media sosial Yayasan Relawan Bali. Kini relawan di yayasan yang ia dirikan pun telah mencapai ratusan di seluruh Bali, yang aktif memberikan informasi terkait masyarakat yang membutuhkan. Yayasan Relawan Bali juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di Bali, termasuk pemerintah setempat.  


Mengutip Nusabali.com, Yayasan Relawan Bali bahkan mampu menyalurkan donasi dari para donatur hingga Rp 3,5 miliar setiap tahunnya yang digunakan untuk berbagai macam kegiatan sosial. Mulai dari bedah rumah, pembagian sembako, bantuan uang sekolah, biaya pengobatan, hingga pembelian kasur bagi masyarakat miskin terutama yang tinggal di kampung-kampung Bali. Donatur pun tak hanya dari Pulau Bali, namun juga berasal dari luar daerah hingga luar negeri. Andy yang memegang prinsip bahwa “tidak perlu menunggu kaya untuk mulai berbagi”, menerima pula donasi dalam bentuk selain uang sebagai wujud kepedulian sesama, seperti sayur-sayuran atau hasil kebun lainnya.  


Kisah hidup Andy untuk lepas dari belenggu kemiskinan hingga menolong sesama dengan mendirikan Yayasan Relawan Bali kiranya menggambarkan semangat etos kerja, sekaligus wujud aksi nyata dari Gerakan Indonesia Melayani. Lewat Yayasan Relawan Bali yang diinisiasinya tersebut maka secara tidak langsung Andy menghadirkan wadah untuk menyemai kesukarelawanan pemuda, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong membantu sesama. Memperingati Hari Relawan Internasional yang jatuh setiap tanggal 5 Desember setiap tahunnya, mari kita terus semai semangat berbagi, kepedulian, serta kemanusiaan secara sukarela untuk membawa perubahan positif di masyarakat dan Indonesia yang lebih baik. #AyoBerubah #RevolusiMental #EtosKerja #GerakanIndonesiaMelayani #HariRelawanInternasional


Sumber Foto:

https://www.instagram.com/andy_k_wy/


Referensi:

Nusabali.com. (2021). Diakses tanggal 5 Desember 2021.

Baliexpress.jawapos.com. (2021). Diakses tanggal 5 Desember 2021.

Mediaindonesia.com. (2021). Diakses tanggal 5 Desember 2021.

Kumparan.com. (2021). Diakses tanggal 5 Desember 2021.

Kickandy.com. (2021). Diakses tanggal 5 Desember 2021.


Reporter: Melalusa Susthira K.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: