Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Aktualisasi 9 Nilai Integritas ala KPK

Sembilan Nilai Integritas menurut KPK
  • 30 September 2021
  • 0 Komentar

Aktualisasi 9 Nilai Integritas ala KPK

Integritas merupakan komponen penting dalam membangun karakter bangsa sehingga siap memasuki peradaban global. Untuk itu, dengan memahami apa makna integritas lewat sembilan nilainya kita dapat menginternalisasi dan mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Jakarta (29/03/21) Sobat Revmen, menurut kalian integritas itu apa, sih? Sebagian besar orang mungkin sudah familiar mendengar kata integritas namun belum memahami sepenuhnya apa makna kata tersebut. Sebagian lagi, mungkin menganggap bahwa integritas adalah hal yang abstrak untuk didefinisikan. Nah, bagaimana kita dapat mengaktualisasikannya bila kita pun belum memahami sepenuhnya apa itu integritas? Untuk itu, yuk kita selami bersama apa itu integritas lewat sembilan nilainya sebagaimana dirumuskan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)!

 

Sembilan nilai yang merangkum integritas tersebut dikenal juga dengan nilai-nilai antikorupsi. Semakin banyak nilai antikorupsi yang ditunjukkan, semakin tinggi pula integritas yang dimiliki oleh orang tersebut. KPK sendiri membagi integritas ke dalam tiga komponen nilai-nilai. Pertama, nilai integritas inti, yaitu jujur, bertanggung jawab, dan disiplin. Berintegritas jujur adalah lurus hati, tidak curang dan tidak berbohong. Sementara tanggung jawab memiliki arti siap menanggung akibat dari perbuatan yang dilakukan alias tidak buang badan. Adapun disiplin merupakan sikap taat terhadap peraturan, baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

 

Kedua, nilai integritas etos kerja, yaitu mandiri, kerja keras, dan sederhana. Mandiri artinya tidak bergantung pada orang lain. Kerja keras berarti gigih dan fokus dalam melakukan sesuatu, serta tidak asal-asalan. Sedangkan sederhana memiliki arti bersahaja dan tidak berlebih-lebihan. Ketiga, nilai integritas sikap, yaitu berani, peduli, dan adil. Di mana berani memiliki arti mantap hati dan percaya diri, tidak gentar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dan sejenisnya. Sementara peduli artinya mengindahkan, memperhatikan, atau menghiraukan orang lain. Adapun adil ialah berlaku sepatutnya dan tidak sewenang-wenang. Integritas dan etos kerja sendiri merupakan nilai revolusi mental, yang sobat Revmen bisa aktualisasikan dalam keseharian. Tapi, jangan ketinggalan pula untuk memadukannya dengan salah satu nilai revolusi mental lainnya ya, yaitu gotong royong!

 

Secara umum, orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter yang kuat. Ia juga akan konsisten dalam bersikap dan bertindak maupun apa yang dikatakan. Hal tersebut mencerminkan kesatuan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras dengan hati nurani dan norma. Orang yang memiliki integritas akan tetap teguh baik di tengah api godaan maupun ketika tidak ada orang yang melihat sekalipun, dan akan bersabar ketika hidup tidak berjalan mulus.

 

Kita pun dapat mengaktualisasikan sembilan nilai tersebut ke dalam (1) pengakuan secara terbuka bila telah melakukan kesalahan, (2) berani menegur, mengingatkan orang lain adanya ketidaksesuaian dengan nilai-nilai yang ada, serta (3) memiliki komitmen tinggi untuk selalu menyampaikan kebenaran meskipun sulit dan mengorbankan kepentingan pribadi. Integritas mencakup pula nilai kewargaan yakni sadar akan hak dan kewajiban serta dapat dipercaya. Sehingga mengamalkan nilai-nilai integritas diyakini dapat berperan dalam pembenahan karakter dan moral bangsa secara sistematis yang mendukung sikap antikorupsi di negeri ini.

 

Yuk Sobat Revmen, sebagai generasi penerus bangsa sudah sepatutnya kita tanamkan kesembilan nilai integritas ini sebagai pedoman hidup sehari-hari! Mari bersama bangun karakter bangsa Indonesia yang berintegritas dimulai dari diri sendiri! ! #AyoBerubah

 

Sumber Foto: https://beritagar.id/artikel/berita/upaya-kpk-menekan-jumlah-politisi-korupsi


Referensi:

Aclc.kpk.go.id/

Bdkbanjarmasin.kemenag.go.id/

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Wahyu Sujatmoko

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: