Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Aeshnina Azzahra, Aktivis Lingkungan Remaja yang Wakili Indonesia di Forum Dunia

Aeshnina Azzahra aktivis lingkungan remaja yang wakili Indonesia di forum dunia
  • 08 Januari 2022
  • 0 Komentar

Aeshnina Azzahra, Aktivis Lingkungan Remaja yang Wakili Indonesia di Forum Dunia

Di usianya yang masih belia, Aeshnina Azzahra Aqilani menjadi aktivis lingkungan internasional yang gencar menyuarakan serta membangun kesadaran masyarakat perihal bahaya pencemaran sampah plastik.  


Jakarta (8/1/2021) Bila Swedia memiliki aktivis lingkungan remaja, Greta Thunberg, yang menginisiasi lahirnya gerakan global untuk mengkampanyekan isu-isu terkait perubahan iklim. Indonesia pun memiliki aktivis remaja yang tak kalah peduli dan giat menyuarakan isu lingkungan. Adalah Aeshnina Azzahra Aqilani, remaja berusia 14 tahun yang menjadi aktivis lingkungan internasional dan diundang menjadi salah satu pembicara di Plastic Health Summit 2021 di Amsterdam, Belanda. Sosoknya mencuri perhatian setelah menyampaikan pidato dalam konferensi tersebut, bersanding dengan pegiat lingkungan dan akademisi dari berbagai negara dunia. Seperti apa? Yuk sobat Revmen, kita simak kisah dari sosok inspiratif berikut ini!


Aeshnina Azzahra Aqilani yang akrab disapa Nina, merupakan pelajar SMP asal Gresik, Jawa Timur, yang menjadi pembicara termuda pada perhelatan Plastic Health Summit 2021 di Amsterdam, Belanda, Oktober lalu. Nina dengan lantang menyampaikan pidatonya di hadapan narasumber lainnya yang bahkan sudah menyandang gelar profesor dan doktor. Ia membagikan kisahnya tentang bagaimana ia memerangi sampah plastik di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Di mana tumpukan sampah plastik impor di Desa Bangun di Mojokerto, Jawa Timur, telah mencemari udara, air, hingga apa yang dikonsumsinya. Nina berupaya menyuarakan hak anak atas lingkungan hidup dengan aman, bersih, dan sehat, sekaligus menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk menghentikan ekspor sampah plastik ilegal dari negara maju ke Indonesia. Penampilannya dalam Plastic Health Summit 2021 tersebut membuat media asal Jerman, Die Zeit, lantas mengangkat sosok Nina dalam artikel bertajuk “Was Greta kann, kann ich auch!”, yang artinya “Apa yang Bisa Dilakukan Greta, Saya Juga Bisa!”.



Mengutip detik.com, pelajar kelahiran Sidoarjo 17 Mei 2007 itu berbicara pada Plastic Health Summit 2021 karena mendapat undangan dari Plastic Soup Foundation untuk, di mana ia tengah fokus membahas mikroplastik bersama kawannya dari organisasi non-profit tersebut. Di sana, Nina menjadi perwakilan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), organisasi konservasi lingkungan yang digagas oleh orang tuanya dengan visi membebaskan sungai-sungai di Indonesia dari pencemaran. Pada awal November lalu, Nina bahkan turut hadir dalam acara sampingan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim PBB atau Conference of the Parties (COP26) di Glasgow, Skotlandia, yang diselenggarakan pada 31 Oktober hingga 13 November. Di mana ia hadir dalam rangka penayangan film dokumenter “Girls for Future”, yang mengisahkan dirinya dan tiga aktivis remaja lingkungan lainnya dari negara berbeda melawan krisis iklim. 


Tak hanya menghadiri perhelatan acara, Nina juga menuliskan surat yang ditujukan kepada Perdana Menteri (PM) Belanda Mark Rutte. Bahkan sudah dari jauh sebelumnya, Nina gencar menuliskan surat kepada para pemimpin dunia lainnya yang berisi protes impor sampah plastik dari berbagai negara maju ke Indonesia. Mulai dari menyurati Presiden Amerika Serikat (AS), PM Australia, hingga Kanselir Jerman ___ termasuk pula surat kepada Bupati Gresik tentang kerusakan lingkungan di dekat tempat tinggalnya. Kini, Nina aktif sebagai Co-Captain dalam komunitas pemuda River Warrior Indonesia, yang giat membersihkan bantaran sungai serta mengedukasi para siswa perihal bahaya sampah plastik. Nina juga mengedukasi masyarakat dan melakukan kampanye daring terkait bahaya mikroplastik di akun Instagram @info.mistik.


Inspiratif sekali bukan, sobat Revmen? Kiprah Nina tersebut kiranya menjadi wujud nyata dari salah satu gerakan revolusi mental yakni Gerakan Indonesia Bersih, lho! Nina juga membuktikan bahwa usia bukan halangan untuk bisa membawa perubahan dan berkontribusi bagi lingkungan maupun masyarakat. Yuk sobat Revmen, kita tiru semangat untuk menggerakkan perubahan ala Nina demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan lestari! #AyoBerubah #RevolusiMental #GerakanIndonesiaBersih  


Sumber Foto:

I:https://www.detik.com/edu/edutainment/d-5831273/remaja-asal-gresik-ini-jadi-aktivis-iklim-sejak-sd-kini-jadi-sorotan-di-eropa

II:https://www.rctiplus.com/news/detail/nasional/1693101/pertama-ikut-demo-di-belanda,-pelajar-smp-gresik-ini-terkagum-kagum


Referensi:

Detik.com. (2021). Diakses tanggal 29 November 2021. 

Parapuan.co. (2021). Diakses tanggal 29 November 2021. 

Cnnindonesia.com. (2021). Diakses tanggal 29 November 2021. 

Kumparan.com. (2021). Diakses tanggal 29 November 2021. 

YouTube Plastic Soup Foundation. (2021). Diakses tanggal 29 November 2021. 


Reporter: Melalusa Susthira K. 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: