Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Absennya Peran Orangtua dan Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak

Orangtua penting untuk hadir dan terlibat aktif dalam mengasuh anak dengan memperhatikan kebutuhan moril maupun materiil
  • 19 Agustus 2021
  • 0 Komentar

Absennya Peran Orangtua dan Dampaknya Bagi Tumbuh Kembang Anak

Peran orangtua dalam mengasuh anak berimplikasi pada tumbuh kembang anak jangka panjang. Sehingga pemenuhan kasih sayang terhadap anak pun perlu melibatkan aspek materiil maupun moril.

 

Jakarta (18/08/2021) Sebagai guru dan teladan pertama anak, peran orangtua dalam pengasuhan memiliki pengaruh yang amat signifikan terhadap proses belajar dan perkembangan pribadi anak. Namun orangtua tak cukup hanya hadir sebagai sosok ayah ataupun ibu, melainkan diperlukan keterlibatan secara aktif dan berkualitas yang melingkupi aspek emosional pula. Tak bisa dianggap sepele, karena absennya peran orangtua dalam pengasuhan bisa berdampak buruk dan jangka panjang bagi tumbuh kembang anak kelak. Yuk, kita cari tahu lebih lanjut!

 

Absennya peran orangtua dalam pengasuhan anak dapat dilatarbelakangi berbagai faktor. Salah satu yang kerap terjadi saat ini ialah karena faktor orangtua sibuk bekerja, sehingga tak memiliki waktu berkualitas untuk mengasuh anak. Kerap kali orangtua mampu memenuhi kebutuhan fisik atau materiil bagi anak seperti makanan yang cukup, baju yang bagus, atau hunian yang nyaman. Tapi kemudian ia hanya hadir sebagai figur tanpa memperhatikan kebutuhan emosional atau moril bagi anak seperti kasih sayang, perhatian, ataupun rasa aman. Padahal baik dukungan materiil maupun dukungan moril keduanya sama pentingnya, lho!

 

Beberapa contoh peran orangtua di samping mencukupi kebutuhan ekonomi anak dengan bekerja, misalnya dengan berkomitmen agar waktu tiap akhir pekan maupun hari libur diperuntukkan bagi keluarga dan anak, membacakan dongeng pada anak sebelum tidur sebagai salah satu medium pendidikan karakter, menyempatkan bermain bersama anak, serta memberikan pengakuan atau penghargaan atas keberhasilan yang dicapai oleh anak. Begitu pun anak telah beranjak semakin mandiri, peran dan keterlibatan orangtua dalam pengasuhan dan pendampingan anak tetaplah dibutuhkan.

 

Nah, hal tersebut dapat membuat anak menjadi kurang perhatian dan kasih sayang. Mengutip Alodokter.com, selain dapat membuat tidak terjalinnya ikatan emosi (emotional bonding) antara anak dengan orangtua dan membuat hubungan keduanya menjadi renggang, dampak negatif yang bisa ditimbulkan bila anak kurang perhatian ialah krisis percaya diri. Lebih jauh, anak akan merasa dirinya kurang berharga, tidak diakui, tidak dicintai, dan tidak diperhatikan, yang dapat membuatnya rendah diri atau minder saat ingin melakukan sesuatu ___ khususnya di depan orang banyak. Hal tersebut juga berpengaruh dalam hubungan sosial, di mana anak menjadi sulit untuk menjalin hubungan yang sehat dengan orang lain.

 

Selain itu, kurangnya perhatian dari orangtua juga bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan perilaku pada anak, seperti suka mencuri, membuat onar, dan melakukan tindakan bullying, yang kerap kali dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari orangtua atau orang di sekitarnya. Kurangnya perhatian dari orangtua dalam bentuk stimulasi sentuhan kasih sayang, seperti pelukan, kecupan, dan belaian, pun bahkan dapat menyebabkan perkembangan kognitif anak menjadi tidak optimal dan memiliki masalah intelektual, seperti masalah akademis atau keterlambatan dalam berbicara. Terakhir, kurangnya perhatian dari orangtua dapat membuat anak rentan mengalami gangguan mental, seperti stres, gangguan kecemasan, hingga depresi.

 

Oleh karenanya, sebagai orangtua usahakan untuk sebisa mungkin meluangkan waktu bagi anak di tengah kesibukan bekerja. Batasi penggunaan gawai ketika berada di rumah sehingga waktu bersama anak pun menjadi lebih banyak dan berkualitas. Dengan memberikan contoh langsung tersebut maka anak pun akan meneladani untuk membatasi pula penggunaan gawai. Selain untuk membangun ikatan emosional, pemenuhan kasih sayang tersebut bertujuan agar anak merasa aman, diperhatikan, dan tidak diabaikan. Dalam pola pengasuhan yang positif tersebut, orangtua dapat berperan untuk menanamkan nilai agama dan moral, menumbuhkan perilaku saling menghargai, toleransi, kerjasama, tanggungjawab dan kesederhanaan bagi anak. Selain itu, orangtua juga dapat mengajarkan anak cara menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan atas konflik yang dihadapi oleh anak. 

 

Orangtua memiliki peranan penting untuk memberikan pendidikan dan pengasuhan berkualitas kepada anak yang memegang tongkat estafet masa depan bangsa. Karena sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat, pendidikan yang baik untuk anak berawal pula dari keluarga yang baik ___ yang mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia berdaya saing unggul. #AyoBerubah

 

 

Sumber Foto:

https://www.freepik.com/free-vector/happy-young-family-standing-front-house_9175301.htm#page=7&query=family&position=23

 

Referensi:

Indonesiabaik.id

Alodokter.com, 19/02/21

Ntt.kemenag.go.id, 10/06/19

 

Reporter: Melalusa Susthira K.

Editor: Harod Novandi

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: