Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Melestarikan Wayang Melalui Film Animasi Gathutkaca

Melestarikan Wayang Melalui Film Animasi Gathutkaca
  • 22 Juni 2022
  • 0 Komentar

Melestarikan Wayang Melalui Film Animasi Gathutkaca

Pembelajaran wayang secara kreatif pada anak dan remaja melalui film animasi “Gathutkaca” diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta.

 

Jakarta, 22/06/22 - Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja mengenalkan pembelajaran wayang secara kreatif kepada anak dan remaja melalui film animasi Gathutkaca. Film itu diputar di Science Theater Taman Pintar selama dua hari, yakni Senin-Selasa (20-21/6/2022).

 

Pengenalan wayang ini diikuti oleh 50 peserta kategori anak dan remaja usia 8–15 tahun. Agenda kegiatan dikemas dengan cara menarik dan interaktif. Selain melalui pemutaran film animasi Gathutkaca, juga terdapat permainan seru. Anak-anak diajak memainkan wayang, mengenal tokoh, dan mencoba pertunjukan wayang.  

 

Acara sendiri dipandu MC Febri Setiawan dan menghadirkan tiga narasumber yang merupakan seniman atau pegiat budaya, khususnya wayang dan pedalangan di Yogyakarta. Mereka adalah Elisha Orcarus Allasso, Fani Rickyansyah, dan Bayu Aji Nugraha.

 

Para nasarumber mengajak peserta bermain game untuk mengenal tokoh-tokoh serta kisah dan karakter wayang. Game tersebut dilakukan dengan cara menebak tokoh wayang yang tergambar di masing-masing flash card yang dibagikan agar mereka lebih mudah mengenal dan mengingatnya. Harapannya agar membangkitkan minat, kreativitas, serta kecintaan mereka terhadap kesenian wayang.

 

Kegiatan ini juga bertujuan agar tercipta regenerasi pelestari kesenian wayang maupun pedalangan di Kota Yogyakarta. Di akhir agenda dibentuk forum komunikasi anak dan remaja pecinta wayang Kota Yogyakarta yang diketuai oleh Zahran Nafis Puasa. Selain pembentukan forum tersebut juga menunjuk duta dalang anak sebanyak 5 (lima) orang, mereka adalah Adimas Alby Ersani Widyaputra, Rafael Windrasto Satrio Adhi, Ivo Lanta Sang Kesawa, Zahra Nafis Puasa, dan Keefe Juris Privian.

 

Selain untuk memberikan edukasi tentang filosofi dan nilai-nilai kehidupan yang berkarakter kepada anak dan remaja, kegiatan tersebut juga jadi bentuk dukungan terhadap seniman wayang yang ada di Kota Pelajar, agar bisa mempertahankan eksistensi di zaman modern.

 

Reporter : MKH

 

Sumber

Indonesiyes.com (2022). Diakses pada tanggal 22 Juni 2022. 

Jogja.tribunnews.com (2022). Diakses pada tanggal 22 Juni 2022. 

Krjogja.com (2022). Diakses pada tanggal 22 Juni 2022. 

 

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: