Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Jangan Panik dan Tetap Waspada Hepatitis Akut Anak

Jangan Panik dan Tetap Waspada Hepatitis Akut Anak
  • 15 Mei 2022
  • 0 Komentar

Jangan Panik dan Tetap Waspada Hepatitis Akut Anak

Wabah hepatitis akut misterius telah menyebar lintas benua termasuk Indonesia. Hal ini menjadi kewaspadaan bagi kita semua.

 

Jakarta, 15/05/22 - Dunia kembali diguncangkan dengan kemunculan penyakit Hepatitis Akut yang masih menjadi misteri penyebabnya. Kasus pertamanya ditemukan di Inggris pada Januari 2022 lalu.

 

Sehingga pada 15 April lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak ini.

 

Wabah hepatitis akut misterius ini semakin menyebar lintas benua, bahkan hingga ke Indonesia. Berdasarkan data dari WHO, saat ini telah ditemukan sebanyak 348 dugaan kasus hepatitis akut di dunia.

 

Hal ini menjadi kewaspadaan baru bagi masyarakat, khususnya orang tua, agar sang buah hati tidak terinfeksi penyakit yang belum diketahui penyebabnya tersebut.

 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan Kehadiran penyakit yang hingga kini hanya menyerang anak itu jelas membuat orangtua ketar-ketir. Namun, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan agar tidak panik tapi tetap waspada.

 

Penyakit hepatitis akut tidak bisa disepelekan. Meski belum diketahui penyebabnya, dugaan awal disebabkan oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll. Virus tersebut utamanya menyerang saluran cerna dan saluran pernafasan.

 

Semua pihak harus memahami pentingnya deteksi dini bila anak terlihat terkena gejala dari hepatitis akut, seperti terkena diare, mengalami sakit perut, mata berwarna kuning, air kencing menjadi cokelat, dan feses berwarna pucat.

 

Sobat Revmen, Dengan maraknya kasus Hepatitis akut di Indonesia, Para Ayah Ibu tidak perlu panik berlebih. Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat guna melengkapi imunisasi dengan vaksin hepatitis B. Di samping itu, lebih memperketat pengawasan terhadap anak dengan usia di bawah 1 tahun yang belum bisa mengikuti vaksinasi, baik hepatitis ataupun COVID-19.

Reporter : MKH

 

Sumber

Kumparan.com (2022). Diakses pada tanggal 15 Mei 2022.

Liputan6.com (2022). Diakses pada tanggal 15 Mei 2022.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: