Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Isop Sopiah, Penggagas Sekolah Gratis di Pelosok Garut

Isop Sopiah, Penggagas Sekolah Gratis di Pelosok Garut
  • 13 Mei 2022
  • 0 Komentar

Isop Sopiah, Penggagas Sekolah Gratis di Pelosok Garut

Isop Sopiah membina sekolah gratis untuk anak-anak di daerah terpencil di Garut. Dia tidak ingin anak-anak itu kehilangan masa depan karena kemiskinan.

 

Jakarta, 13/05/22 - Pemerintah telah lama mencanangkan program Wajib Belajar (Wajar) 12 tahun untuk memberikan kesempatan pendidikan seluas-luasnya kepada penduduk usia 16-18 tahun atau peserta didik pada SMA, SMK, Madrasah Aliyah dan sederajat.

 

Namun pada kenyataannya di lapangan, masih ada anak-anak usia belajar yang masih kesulitan untuk mendapatkan haknya untuk mendapatkan kesempatan belajar.

 

Hal ini tentu mengundang keprihatinan sejumlah pihak, salah satunya Isop Sopiah. Perempuan berusia 28 tahun warga Kecamatan Pasirwangi, merasa masih ada ketimpangan yang sangat jauh antara anak-anak dari kalangan mampu dan kalangan tak mampu dalam mendapatkan hak belajarnya. 

 

Sadar akan sulitnya pendidikan bagi anak di pelosok desa membuat Isop Sopiah (28) terus bergerak. Dengan kerja keras, anak tukang cuanki ini bisa menghadirkan pendidikan untuk mencerahkan masa depan anak-anak sejumlah desa terpencil di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

 

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Muttaqin, Kampung Siderang Legok, Desa Cintanagara, Kecamatan Cigedug, Garut, adalah sekolah yang dibina oleh Isop Sopiah.  Ruangan kecil disulap menjadi kelas tempat puluhan anak belajar. Tidak ada kursi meja disana, siswa beklajar menggunakan tikar. 

 

Kampung Siderang Legok ini hanya berjarak 16 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Garut. Namun, medan yang terjal dan jalan yang sempit menghambat mobilitas sehingga kampung ini cukup sulit dijangkau.

 

Untuk menjalankan sekolah, Isop bergantung pada dana operasional sekolah dan donasi. Semua itu disalurkan untuk honor pengajar dan fasilitas belajar anak-anak.

 

Selain itu, Isop membentuk komunitas untuk menggaet remaja lulusan sekolah menengah atas dan setara agar bisa mengakses pendidikan tinggi. Komunitas yang diberi nama Sukses Bersama Berkah Semua ini telah diikuti lebih dari 50 remaja yang berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi berharap bisa belajar di perguruan tinggi.

 

Reporter : MKH

 

Sumber

Kompas.com (2022). Diakses pada tanggal 13 Mei 2022.

Pikiran-rakyat.com (2022). Diakses pada tanggal 13 Mei 2022.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: