Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Ida Bagus Mandhara, ASN Inspiratif Pencetus Bank Sampah Digital

sumber : menpan.go.id
  • 16 Januari 2022
  • 0 Komentar

Ida Bagus Mandhara, ASN Inspiratif Pencetus Bank Sampah Digital

Pengelolaan sampah yang semrawut mendorong Ida Bagus Mandhara seorang ASN di Bali tidak hanya sekedar memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lainya, tapi juga mengelolanya secara digital.

 

Jakarta, 16/01/22 - Pengelolaan sampah masih menjadi persoalan serius di Indonesia baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Sebagai ikhtiar mengatasi masalah tersebut, salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pulau Dewata, Ida Bagus Mandhara, membangun Griya Luhu. Sebuah cara baru untuk pengolahan dan pemilihan sampah. 

 

Dilansir dari Bisnis.com di sudut sebuah bangunan semi permanen berukuran 7x7 meter persegi, tumpukan karung berwarna putih memenuhi ruangan. Bangunan tersebut merupakan Gudang Pemilahan Sampah milik Griya Luhu (Rumah Sampah) yang berada di Kelurahan Beng, Kabupaten Gianyar. Lokasinya bisa ditempuh sekitar 1 jam dari daerah wisata seperti Kuta dan Nusa Dua. Sukadana merupakan salah satu pemilah sampah yang bertugas menyortir kemasan plastik bekas hasil pembelian dari nasabah. Gudang yang mampu menampung hingga 20 ton sampah plastik itu merupakan lokasi pemilahan dan titik kumpul sampah plastik yang akan dijual kepada pengepul.

 

Griya Luhu perlahan berkembang semakin besar, hari ini lebih dari 50 desa menggunakan sistem bank sampah digital Griya Luhu, dimana terdapat hampir 300 unit yang tersebar di desa-desa tersebut. Tercatat sekitar 15.000 rumah tangga menjadi nasabah tetap di seluruh Bali, dengan sampah terkelola mencapai 20 ton per bulan untuk satu kabupaten.

“Inovasi Bank Sampah Digital dimulai pada tahun 2017, pada saat itu saya menemukan bahwa ada masalah yang sangat signifikan, yaitu pengelolaan sampah yang sangat semrawut pada masa itu,” jelas pria yang akrab disapa Nara.

Mengutip menpan.go.id Dosen Perubahan Iklim di Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Udayana ini, permasalahan sampah pada dasarnya bersumber pada hulu. Masyarakat baru sekadar membuang sampah pada tempatnya tanpa dipilah, sehingga pembuangan sampah hanyalah sebuah proses perpindahan lokasi sampah semata. Sampah-sampah yang dipilah di Gudang Griya Luhu berasal dari bank-bank sampah di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar dan sekitarnya. Bank sampah tersebut merupakan hasil kerja sama Griya Luhu dengan desa atau kelurahan di Bali. Sebulan sekali, bank sampah di lingkungan banjar akan membeli sampah dari nasabah yang telah bergabung di Griya Luhu. 

Nasabah itu merupakan warga di lingkungan masing-masing banjar yang sudah mendirikan bank sampah. Sampah plastik yang dibawa masyarakat ke bank sampah setiap bulan, akan ditimbang dan dihargai sesuai harga yang tertera di aplikasi Griya Luhu Apps. Sampah yang dibeli dibagi dalam dua jenis, yaitu plastik lembaran, plastik bening, sachet dan sablon serta jenis botol meliputi pet warna, pet biru dan pet bening.

“Dengan Griya Luhu Apps, orang mungkin tetap perlu datang ke bank sampah tetapi yang mengantre adalah sampahnya, karena kami memiliki barcode system. Jadi meskipun orangnya pergi, para pengurus bisa mengetahui sampah tersebut punya siapa lewat barcode-nya,” jelasnya.

Lewat kerja kerasnya membangun Griya Luhu, Nara telah mendapatkan berbagai penghargaan dan memenangkan berbagai kompetisi dari tingkat daerah hingga internasional. Ia mendapatkan double award grant dari IPCIC (Informal Plastic Collection Inovation Challenge), bersaing dengan inovasi dari berbagai negara seperti India dan Singapura. Selain itu, ia juga terpilih sebagai innovator dalam National Plastic Action Partnership (NPAP).

Pria kelahiran tahun 1992 ini juga mendapatkan Profesional Fellowship dari pemerintah Amerika Serikat untuk bertukar ilmu mengenai sustainable development. Nara pun sukses meraih predikat Top 6 kandidat The Future Leader pada ajang Anugerah ASN 2021 yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Beragam capaian yang telah ia raih tak lantas membuatnya berpuas diri. Nara telah memiliki sederet rencana pengembangan Griya Luhu untuk memastikan pengelolaan sampah modern tak hanya dapat dirasakan oleh warga Bali. 

Reporter : MKH

Referensi:

Menpan.go.id (2022). Dikases tanggal 15 januari 2022.

Bisnis.com (2022). Dikases tanggal 15 januari 2022.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: