Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Erni Suyanti, Sang Penyelamat Satwa Liar

Erni Suyanti, Sang Penyelamat Satwa Liar
  • 02 Juni 2022
  • 0 Komentar

Erni Suyanti, Sang Penyelamat Satwa Liar

Masuk keluar hutan sudah menjadi kegiatan yang rutin dilaluinya hampir 18 tahun terakhir. Erni Suyanti Musabine menjadi penyelamat satwa liar.

 

Jakarta, 02/06/22 - Berawal dari film dokumenter, kecintaan Erni Suyanti Musabine terhadap satwa liar kian tak terbendung. Dengan keahliannya sebagai dokter hewan, ia mencoba menyelamatkan satwa dilindungi dari kepunahan.

 

Dokter Erni Suyanti merupakan perempuan yang tidak mengenal lelah terus memperjuangkan keselamatan para hewan liar yang kini terancam punah akibat pemanasan global dan hutan yang berubah fungsi menjadi sebuah perusahaan. 

 

Dilansir dari merdeka.com, putri ketiga dari H Musabine kelahiran 14 September 1975 ini menjadi ketua tim terdepan dalam penyelamatan satwa liar di pelosok hutan rimba Sumatera.

 

Pekerjaan yang dimiliki oleh Dokter Yanti ini merupakan profesi yang setiap harinya dirinya harus bertaruh nyawa untuk menyelamatkan para satwa liar seperti Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Macan Dahan, serta Beruang Madu yang masih menjadi penghuni kawasan konversi alam. 

 

Setiap hari Dokter Yanti harus menjadi pemimpin terdepan dalam mengobati ataupun melakukan proses penyelamatan hewan liar bersama tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) milik Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Yanti bercerita bahwa dirinya merupakan perantau yang pertama kali hidup seorang diri di Sumatera tanpa keluarga ataupun teman yang dia kenal.

 

Saat di BKSDA Bengkulu beberapa kali wanita yang pernah mendapat penghargaan "Perempuan Hebat" dari Liputan6.com ini menjadi garda terdepan untuk melakukan penyelamatan pada satwa liar. Mulai gajah, harimau Sumatera, beruang, hingga orang utan. Yanti memang lebih sering melakukan penanganan untuk penyelamatan harimau.

 

Tak hanya di Bengkulu, beberapa provinsi di kawasan Sumatera bagian selatan juga seringkali memintanya untuk membantu. Sebab jumlah dokter hewan terlebih untuk penanganan harimau masih terbatas. 

 

Erni pun kerap membagikan ilmunya kepada calon dokter hewan dan dokter hewan yang bekerja di pusat kesehatan hewan di kawasan yang rawan konflik. Hal ini penting karena jumlah dokter hewan, apalagi yang bergelut di bidang konservasi, sangat terbatas.

 

Reporter : MKH

 

Sumber 

Kompas.com (2022). Diakses pada tanggal 2 Juni 2022.

Liputan6.com (2022). Diakses pada tanggal 2 Juni 2022.

Terkini.id (2022). Diakses pada tanggal 2 Juni 2022.

Komentar pada Berita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: