Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Sadar Bertanam Sayuran lewat Es SELASIH

  • 16 November 2020

Sadar Bertanam Sayuran lewat Es SELASIH

Inovasi

Foto: (sumber: http://dispertara.pamekasankab.go.id)

 

 

Sadar Bertanam Sayuran lewat Es SELASIH

 

 

Masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang peningkatan gizi keluarga, budidaya tanaman sayuran, dan teknologi pertanian secara hidroponik jadi tantangan tersendiri saat coba dikembangkan. Kini, semuanya berubah dan jadi budaya baru. Layak diganjar penghargaan!

 

Kab Pamekasan, Madura, Jawa Timur dulunya hanya menyumbang 0,12 persen dari jumlah total komoditi sayur-mayur se-Provinsi Jawa Timur. BPS Jawa Timur di tahun 2018 lalu mencatat, jumlah produksi tanaman sayuran  khususnya bayam sekitar 1.222 kw; kangkung, 2.909 kw; dan sawi /petsai, 880 kw. Rendahnya produksi sayuran di Kab Pamekasan ini karena para petani kurang minat jika harus menanam tanaman sayur dan lebih memilih menanam tanaman pangan lainnya seperti padi atau jagung dengan janji keuntungan yang lebih besar saat panen. Selain itu, secara umum masyarakat Kab Pamekasan masih belum optimal memanfaatkan pekarangan rumah mereka untuk diisi dengan aneka tanaman sayuran. Padahal, jika dimanfaatkan dengan baik, tanaman sayuran itu dapat meningkatkan gizi keluarga.

 

Melihat kondisi seperti ini, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kab Pamekasan coba melalukan terobosan baru untuk menarik masyarakat agar mau menanam sayuran di halaman atau pekarangan rumah. Dengan digerakkan oleh PPL PNS (Penyuluh Pertanian Lapangan – Pegawai Negeri Sipil) dan THL-TBPP (Tenaga Harian Lepas - Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian) sebanyak 92 petugas, DTPHP Kab Pamekasan mengawali terobosan barunya dengan mengedukasi masyarakat khususnya keluarga petani untuk mulai kegiatan agribisnis. Kab Pamekasan, sejauh ini memiliki 1014 Kelompok Tani yang selanjutnya siap jadi sasaran edukasi para petugas penyuluh itu.

 

Upaya edukasi itu oleh para penyuluh ditemukan sejumlah masalah penting mengapa para petani enggan menanam sayuran sementara masyarakat belum maksimal memanfaatkan pekarangannya untuk diisi dengan aneka tanaman. Masalah itu berkaitan erat dengan pola pikir masyarakat yang sulit untuk berubah. Di samping itu, masih kurangnya pengetahuan dan keterampilan petani tentang pentingnya teknologi pertanian seperti hidroponik.

 

Program edukasi yang bernama Edukasi Sayuran Sehat Lahirkan Generasi Hebat atau disingkat dengan Es SELASIH itu sejatinya adalah program pemberdayaan masyarakat berbasis agribisnis khususnya untuk tanaman sayuran. Teknologi bercocok tanam yang diperkenalkan dalam Es SELASIH ini menggunakan media botol plastik melalui teknik hidroponik. Strategi inovatif yang dijalankan dalam program pertanian edukatif ini adalah meminta masyarakat menukarkan botol plastik berukuran 1,5 liter. Setiap tiga botol botol plastik 1,5 liter dapat ditukar dengan dua jenis bibit sayuran. Para Petugas Penyuluh selanjutnya melakukan pendampingan dan monitoring saat program ini mulai dijalankan.

 

Mulai menggeliatnya kesadaran hidup baru masayarakat dalam bercocok tanam dengan teknik hidroponik ini, Petugas Penyuluh pun jadi makin percaya diri dan lebih bersemangat. Respon masyarakat yang sangat baik akhirnya dibuktikan dengan harapan lingkungan lebih hijau dan lestari serta tentu saja, makin berkurangnya sampah plastik. Masyarakat sendiri tertarik karena program ini tanpa biaya dan hanya cukup menukar botol plastik menjadi bibit sayuran yang siap tumbuh kapan saja.

 

Perlahan, upaya pendampingan pembuatan instalasi hidroponik akhirnya menjadi tumbuh suburnya aneka tanaman sayur yang memenuhi pekarangan sekitar 139 Kepala Keluarga yang mengadopsi Program Es SELASIH ini. Dengan demikian, sayuran sebagai pemenuhan gizi keluarga dapat dengan mudah didapat.  Paling tidak, belanja rumah tangga berupa pembelian sayuran pun dapat berkurang. Selain pembuatan instalasi hidroponik, Petugas Penyuluh Es SELASIH juga melayani konsultasi hidroponik berupa pengecekan kandungan hara pada air; pengecekan  instalasi hidroponik; dan pelatihan pasca panen secara gratis.

 

Sayuran hasil Program Es SELASIH ini diketahui juga bebas pestisida, sementara minat masyarakat Kab Pamekasan untuk menanam sayuran bahkan berorientasi sebagai lahan bisnis baru mulai bertumbuh. Jumlah produksi sayuran yang dulu sangat rendah, kini terus meningkat. Program ini kemudian diharapkan dapat menjadi dukungan baru bagi pemerintah dalam rangka swasembada pangan.  Terlebih di saat Pandemi Covid-19 ini yang lalu mengharuskan untuk banyak beraktivitas di rumah. Kegiatan seperti bercocok tanam ini dapat jadi pilihan tersendiri di saat banyaknya waktu luang karena larangan ke luar rumah demi mencegah meluasnya Covid-19 tadi. Selain menghemat belanja keluarga, jika ditekuni dengan baik, bercocok tanam dapat jadi lahan bisnis baru dengan nilai keuntungan yang menjanjikan.

 

Meski baru berjalan tiga tahun terakhir, Es SELASIH Kab Pamekasan ini sebagai inovasi baru layanan pemerintah terhadap warganya mendapat apresiasi secara nasional dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2020 yang diselenggarakan oleh Kemen PANRB. Inovasi layanan publik ini selain memberdayakan, juga dapat memelihara serta merawat eratnya hubungan antara aparat pemerintah dengan warganya. Selain terasa melayani langsung masyarakat, program semacam ini juga dapat mengasah kreativitas masyarakat dalam rangka mengurangi sampah khususnya botol plastik. Gerakan Indonesia Melayani terlihat jelas dalam Es SELASIH ini. (*)

 

Diolah dari berbagai sumber

 

 


#ayoberubah

#beraniberinovasi

Komentar pada Karya Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: