Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Mini Hollywood instagramable di Desa Wisata Gamplong

  • 16 November 2020

Mini Hollywood instagramable di Desa Wisata Gamplong

Mini Hollywood di Desa Gamplong Sleman

Mendengar kata Yogyakarta, yang terbayang pasti destinasi wisata yang seolah nggak ada habisnya. Provinsi yang kental budaya ini menyimpan banyak destinasi wisata menarik. Tak hanya keindahan Gunung Merapi dan sepanjang pesisir pantai selatan yang mampu membius pengunjungnya, tapi di Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Sleman, memiliki destinasi wisata baru yang nggak boleh dilewatkan. 

Bertempat di Desa Wisata Gamplong, sebuah destinasi wisata baru sedang dikembangkan bernama Gamplong Studio Alam Sleman. Sekitar 16 kilometer dari Titik Nol Yogyakarta, Gamplong Studio Alam ini jadi sorotan banyak orang lantaran dijuluki 'Mini Hollywood'. Julukan Mini Hollywood ini bukan tanpa alasan. Gamplong Studio sendiri merupakan lokasi yang dijadikan syuting film terbaru besutan Hanung Bramantyo, Sultan Agung The Untold Love Story. Mengambil setting abad ke-16 dan 17, lahan yang semula tanah kas milik desa disulap jadi kawasan Indonesia abad ke-16.

Ditemui brilio.net, Selasa (6/3) usai acara Bincang-Bincang Santai dengan Mooryati Soedibyo, Sigit Tri Susanto, Kepala Desa Sumber Rahayu mengungkapkan, awal mula berdirinya Gamplong Studio Alam ini merupakan inisiasi dari pihak Mooryati Soedibyo, sosok 90 tahun pendiri produk kecantikan Mustika Ratu.

Wanita di balik kontes kecantikan Puteri Indonesia ini berkeinginan memberikan kontribusi pada negara dengan membuat film bertema sejarah. Pihak Mooryati Soedibyo melalui Mooryati Soedibyo Cinema mengandeng sutradara Hanung Bramantyo untuk membuat film Sultan Agung The Untold Story.""Aku ingin menyumbangkan satu film untuk bangsa yang bisa memberikan pembelajaran mengenai pengembangan karakter, ada kepemimpinannya yang bisa diambil dari tokoh Sultan Agung,"" kata Mooryati Soedibyo saat Bincang-Bincang Santai di Gamplong Studio Alam.

Film Sultan Agung ini mengisahkan tentang perjuangan Sultan Agung yang hidup di abad ke-16. Pihak Hanung Bramantyo bersama tim dari Mooryati Soedibyo berusaha mencari lokasi yang sesuai untuk keperluan syuting. Terpilihlah desa wisata Gamplong yang sebelumnya dikenal sebagai pusat kerajinan tenun tradisional.David Handoko, Marketing Communication dari Mooryati Soedibyo Cinema mengungkapkan, setelah melakukan riset yang cukup panjang untuk mencari lokasi syuting yang pas, terpilihlah desa wisata Gamplong di Sleman, Yogyakarta. Kondisi Desa Gamplong yang masih asri dirasa pas untuk lokasi syuting film, sehingga dibangunlah studio ini.

Lahan seluas 2 hektare itu disulap jadi kawasan Indonesia zaman dulu. Beberapa bangunan semi permanen didirikan seperti Gerbang Keraton Karta Kerajaan Mataram, Pendopo Alit Keraton Karta, Pendopo Ageng Keraton Karta, Benteng Holandia atau Batavia, Kawasan Kampung Mataram, dan Kampung Pecinan masa lampau.

Ayo, bagikan berita penting ini kepada teman - temanmu.

Komentar pada Karya Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: