Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

MallSampah: Buang Sampah di Mall

  • 16 November 2020

MallSampah: Buang Sampah di Mall

Praktik Baik

Foto: (sumber: fajar.co.id)

 

MallSampah: Buang Sampah di Mall

 

Mall tidak selalu berarti pusat perbelanjaan berupa gedung bertingkat dan serba ada. Mall yang satu ini berupa aplikasi yang tidak membuat bingung masyarakat dengan sampah mereka, sedangkan pengepul sampah akan mendapat keuntungan dari sampah yang dijual oleh masyarakat.

 

Mudahnya masyarakat mengakses berbagai layanan yang dibutuhkan dengan hanya bermodalkan ponsel pintar, perkembangannya saat ini makin meluas. Jika kehadiran aplikasi ojek online yang dapat mempermudah calon penumpang mendapatkan pengemudi ojek untuk pergi ke suatu tempat, layanan semacam ini nyatanya telah merambah hingga ke soal persampahan.

 

Bagi seorang Adi Saifullah Putra, Mahasiswa asal Makassar, sampah kemudian disulapnya menjadi mall berupa aplikasi ponsel pintar yang tentu saja fokus pada jual beli sampah secara online. “Pendirian MallSampah bermula dari project saya semasa kuliah di kampus Universitas Muslim Indonesia Makassar, juga dikarenakan latar belakang saya yang merupakan penggiat sosial dan lingkungan. Dari sana saya banyak mendapat insight tentang masalah dan peluang seputar sampah dan lingkungan,” ujarnya kepada Greeners.co. Tidak mau kalah dengan rintisan bisnis startup lokal lainnya, sampah yang kemudian menginspirasi Adi untuk “mengawinkan” ide pengelolaan sampah berbasis pengepul lokal dengan teknologi informasi.

 

“Penanganan sampah secara online bukan lebih baik daripada offline, tetapi lebih kepada alat yang dapat meningkatkan nilai layanan. Dengan teknologi kita dapat memotong biaya, jarak dan waktu sehingga layanan dapat efektif dan efesien, dan yang paling penting data yang dihasilkan dapat terekam sehingga dapat menjadi pembelajaran untuk mengembangkan sistem yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah lingkungan,” paparnya lagi.

 

MallSampah berdiri pertama kali pada tahun 2015, tepatnya pada bulan september 2015. Namun perusahaan startup ini baru berbadan hukum secara resmi pada tahun 2017 dengan nama PT Mallsampah Indonesia. Sesuai dengan namanya, aplikasi Mallsampah diciptakan untuk merepresentasikan pola jual beli sampah dalam sebuah wadah atau tempat jual beli layaknya mall tetapi dalam bentuk marketplace.

 

Selain menciptakan aplikasi berbasis online, MallSampah juga rutin melakukan program sosialisasi untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang sampah dan menjaga lingkungan. Melalui program “Recycling Day,” MallSampah melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan kantor-kantor yang ada di kota Makassar. Dengan adanya aplikasi pengelolaan sampah secara online, MallSampah diharapkan dapat berkontribusi dalam mengatasi polusi melalui peningkatan angka daur ulang yang mudah, cepat dan gratis, serta mudah dijangkau.

 

“Pesan saya, tidak ada kehidupan jika lingkungan rusak, semua sektor kehidupan akan terganggu dengan lingkungan yang kurang baik. Yang paling bernilai dari kehidupan ini bukan uang atau pekerjaan kita saat ini, tapi bumi tempat hidup kita bersama yang dianugerahkan Tuhan, jika ini rusak, kita tidak bisa apa-apa kecuali punah secara perlahan,” pungkas Adi.

 

Dalam situs resminya, aplikasi MallSampah dijelaskan sebagai layanan pengelola sampah online untuk rumah tangga dan kantor. Seluruhnya dimulai dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan, MallSampah menghubungkan pengguna dengan pengepul, pemulung dan unit-unit pengelola sampah terdekat agar lebih mudah menjual dan mendaur ulang sampah. Layanan MallSampah gratis digunakan oleh siapa saja. Aplikasi ini dinyatakan bukan perusahaan layanan penjemputan sampah tetapi menawarkan nilai yang lebih dari itu, misalnya sampah yang di jemput oleh mitra mereka, seluruhnya akan di daur ulang dan tidak di buang ke Tempat Pembuangan Akhir. Setiap sampah yang terjual atau dibuang begitu saja melalui MallSampah, semuanya akan di daur ulang kembali.

 

Menjual sampah melalui MallSampah sangatlah mudah. Penjual sampah cukup memilih kategori jual sampah pada bagian atas halaman depan, kemudian tentukan lokasi, selanjutnya penjual sampah disajikan rekomendasi pengepul terdekat dari alamat mereka berada. Terakhir, hubungi kontak pengepul yang dipilih untuk menjemput dan membeli sampah. Layanan Jual-beli sampah ini dapat bertransaksi dilakukan secara langsung (COD). Prosedur yang sama juga berlaku untuk pengakses aplikasi yang hanya ingin sekadar membuang sampah.

 

MallSampah saat ini telah membuka pendaftaran bagi mereka yang berminat menjadi Mitra mallsampah seperti pengepul lokal, bank sampah, vendor daur ulang, industri daur ulang dan lainnya.  Cara pendaftaran untuk menjadi mitra Mallsampah dapat dilakukan melalui website Mallsampah (https://www.mallsampah.com). Calon mitra dapat melakukan pendaftaran dengan cara mengisi informasi singkat pada halaman “Jadi Mitra” di header website Mallsampah. MallSampah diketahui telah menggandeng 150 mitra pengepul dan pemulung dan 200 relawan dengan sekitar 3000 pelanggan di Makassar, Gowa dan Maros.

 

Oleh para Pengepul sampah, keberadaan MallSampah sangat membantu pekerjaan mereka menjadi lebih efektif dan efisien. “Sangat, sangat terbantu dengan adanya aplikasi yang dibuat adi dan teman-temannya ini semoga ke depan sistemnya lebih baik lagi,” jelas Herman, salah satu mitra MallSampah yang berlokasi di Kelurahan Pampang, Panakukang, Kota Makassar.

 

Berkat keberadaan Mall Sampah bahkan tidak sedikit pengepul sampah yang tadinya menggunakan gerobak sekarang sudah bisa cicil kendaraan dan yang awalnya bekerja sendirian kini sudah memiliki anak buah belasan orang. Kini Adi dan teman-temannya semakin percaya diri dan optimis bahwa perjuangan mereka berdampak bagi peningkatan kesejahteraan para mitranya yakni para pemulung dan pengepul sampah.

 

“Visi misi kami bukan hanya soal uang. Kami memiliki mimpi untuk meningkatkan angka produksi daur ulang di Indonesia dari 10 persen menjadi 40 persen pada tahun 2027 mendatang,” tandas Adi. Hal itu, bukan suatu yang mustahil karena Pengepul sampah tersebar dari Sabang sampai Merauke dan yang perlu dilakukan adalah bagaimana memberdayakan mereka dan bagaimana meningkatkan nilai sektor ini.  Setelah melalui perjuangan panjang sejak tahun 2015, kini MallSampah sudah semakin terlihat bentuknya. Sekitar 30 ton sampah bernilai puluhan juta rupiah telah berhasil ditransaksikan. Selain pembayaran kontan, diberlakukan sistem poin yang bisa ditukar dengan beragam kebutuhan rumah tangga dan tiket nonton klub sepakbola asal kota Makassar (PSM).

 

Adi sendiri mengaku tertantang untuk terus menyempurnakan sistem digital mallsampah.com. Diakuinya pula, memang bukan perkara mudah awalnya meyakinkan para pengepul sampah untuk bergabung menjadi mitra, para pengepul maupun pemulung kebanyakan tidak melek teknologi dan ketiadaan ponsel pintar yang bisa menunjang aktivitas mereka untuk bisa mengakses web mallsampah.com. Belum lagi mindset para pengepul yang masih konvensional dan belum siap menerima perkembangan teknologi. Itulah sebabnya Adi secara terus intens mendatangi para pengepul sampah dan banyak tukar pikiran dengan mereka. Berkat inovasinya dalam menciptakan teknologi MallSampah ini, Adi berhasil menyabet beragam penghargaan baik dari dalam mapun pun luar negeri, juga kerap menjadi pembicara di berbagai forum tentang sampah dan pelestarian lingkungan.

 

Inovasi dan inspirasi yang sangat kental bagi seorang Adi dan MallSampah-nya ini dapat jadi terobosan baru dalam upaya kita bersama mengatasi masalah sampah dan menjaga lingkungan. Kesadaran menangani masalah sampah tentu akan dapat dirasakan manfaatnya di masa mendatang dan juga masa kini sebagai lahan bisnis baru. Mungkin celoteh: “Dibuang Sayang!” berlaku di sini! (*)

 

Diolah dari berbagai sumber

 


 #ayoberubah

#gerakanindonesiatertib


Komentar pada Karya Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: