Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Universitas Lampung Kerjasama dengan Kemenko PMK dan FRI adakan Pelatihan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS)

Pelatihan Germas di Universitas Lampung
  • 18 Desember 2020

Universitas Lampung Kerjasama dengan Kemenko PMK dan FRI adakan Pelatihan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS)

Universitas Lampung mengadakan Pelatihan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) dengan tema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Upaya Mengurangi Sampah Menuju Zero Waste 2030. Pelatihan GERMAS dilaksanakan pada Sabtu, (12/12/2020) di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung.

Dra. Ida Nurhaida, M.S selaku Ketua Panitia menyampaikan, Pelatihan GERMAS merupakan kerja sama yang dilakukakan oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Forum Rektor Indonesia dan Universitas Lampung. Pelatihan ini diikuti mahasiswa, khususnya dari Unila sebanyak 50 orang selama 2 hari, yakni 12-13 Desember 2020.

Adapun tujuan diadakannya Pelatihan GERMAS antara lain  untuk mewujudkan generasi berwawasan yang melesarikan lingkungan, menumbuhkan rasa kepedulian mahasiswa dan masyarakat mengenai kebersihan lingkungan, dan membentuk kesadaran pentingnya kebersihan lingkungan, kemudian diterapkan dalam kegiatan berbahasa sehari – hari. Selain itu, melalui pelatihan ini akan lahir Pemuda Penggerak/Duta Zero Waste Universitas Lampung yang mengampanyekan Gerakan Nasional Revolusi Mental khususnya untuk Gerakan Indonesia Bersih di Unila, Kota Bandar Lampung dan Provinsi Lampung.



Di kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Lampung Prof. Dr. Yulianto, M.Si yang hadir mewakili Rektor Unila menyampaikan, selama ini persoalan sampah masih disepelekan karena dianggap bukan merupakan hal yang perlu dipikirkan secara bersama-sama. Padahal masalah sampah bisa menjadi permasalahan yang luar biasa.

Indonesia sendiri diketahui memproduksi sampah hingga 190 ton tiap harinya. Jika masalah sampah ini dibiarkan maka Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan melebihi kapasitas dan tidak bisa lagi mengatasi sampah-sampah tersebut.  Belum lagi bila terjadi bencana di TPA.  

Prof Yulianto menuturkan, salah satu gerakan yang bisa dilakukan sebagai solusi masalah sampah adalah Gerakan Zero Waste. Gerakan ini adalah solusi jangka panjang yang lebih mumpuni daripada membuang sampah ke TPA. 

“Jadi bagaimana caranya jangan sampai ke TPA, tapi sampah itu sudah bersih. Nah, ini barangkali yang perlu kita ajarkan dan sampaikan. Gerakan ini tidak melibatkan pembakaran dan penimbunan seperti yang umumnya dilakukan pada limbah, sehingga dapat melestarikan dan memulihkan semua sumber daya. Jadi ini merupakan upaya yang sangat efektif untuk mengurangi sampah, Penerapan upaya bebas sampah ini diharapkan dapat mengeliminasi sampah yang dapat menjadi ancaman bagi kesehatan manusia, alam, hewan, maupun planet bumi itu sendiri,” tuturnya menjelaskan. 

Prof. Yulianto juga menambahkan, Indonesia melalui Universitas Lampung harus tampil terdepan untuk mulai dalam melakukan Gerakan Zero Waste sebagai bagian dari Gerakan Indonesia Bersih yang merupakan turunan dari Gerakan Nasional Revolusi Mental dari Presiden Joko Widodo.



Ia berharap, melalui pelatihan ini rasa kepedulian para peserta semakin tumbuh mengenai kebersihan lingkungan dan akan berimplikasi terhadap kesehatan. Setelah ini para peserta akan menjadi Mahasiswa dan Pemuda Penggerak Zero Waste di Universitas Lampung dan diharapkan berkolaborasi dengan TPST (Tempat pengolahan sampah terpadu) sehingga menghasilkan pengolahan sampah yang bernilai ekonomis.

“Akhir kata, kami selaku pimpinan  mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI dan Forum Rektor Indonesia,  sehingga kegiatan yang dapat terlaksana. Semoga Kegiatan ini dapat menghasilkan kan suatu inovasi yang dapat mewujudkan suatu perubahan perilaku masyarakat dalam mengatasi masalah sampah,” Ucapnya sebelum membuka kegiatan secara simbolis. 



Setelah mendapatkan pelatihan para peserta nantinya bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat di Universitas Lampung dan dapat melakukan kampanye Zero Waste dengan Pilot Project beberapa kelurahan di Kota Bandar Lampung kedepannya.

Komentar pada Suara Kita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: