Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Tetap Bergiat melalui Permainan Rakyat

Permainan Rakyat Ketapel
  • 04 Januari 2021

Tetap Bergiat melalui Permainan Rakyat

            Pandemi covid-19 yang melanda hampir seluruh wilayah di Indonesia membuat fleksibilitas, rutinitas, dan aktivitas manusia menjadi sangat terbatas. Tingginya angka mortalitas akibat pandemi covid-19 memicu manusia untuk menyadari pentingnya penguatan kesehatan dan peningkatan imunitas. Salah satu upaya yang dilakukan untuk dapat menguatkan kesehatan dan meningkatkan imunitas adalah melakukan olahraga tradisional melalui permainan rakyat katapel dengan tetap mengedepankan solidaritas, konektivitas, dan sportivitas.

            Katapel awal mulanya merupakan senjata yang digunakan saat peperangan pada masa Yunani Kuno atau sekitar tahun 300 hingga 399 Sebelum Masehi. Lambat laun, katapel mulai ditinggalkan dengan adanya persenjataan modern seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi. Katapel kemudian digunakan sebagai media permainan rakyat bagi anak-anak di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia hingga saat ini. Namun demikian, ketenaran katapel sempat tergerus dengan munculnya berbagai permainan modern yang jauh lebih diminati. Oleh sebab itu, pada 24 Februari 2020, dibentuk Persatuan Katapel Tradisional Indonesia (Perkatin) sebagai upaya untuk menjaga, memajukan, dan melestarikan permainan rakyat serta olahraga tradisional katapel secara sistematis dan penuh atensi.

            Pasca pembentukan Perkatin, katapel mulai menggeliat dan menjadi alternatif hiburan yang menarik, murah meriah, serta penuh manfaat bagi berbagai kelompok usia. Katapel menjadi hiburan yang sangat menyenangkan kala pandemi masih membatasi aktivitas manusia. Bahkan, katapel dijadikan sebagai salah satu opsi permainan dan olahraga bagi sebagian warga di Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, Kota Depok yang lokasinya tak jauh dari Ibukota. Komunitas bernama Ketan Kukus atau Komunitas Slepetan Kukusan pun dibentuk sebagai wadah aktivitas bagi pencinta katapel yang saban hari makin meningkat jumlah peminatnya.

“Pandemi covid-19 menjadi momentum bagi kami untuk menggelorakan kembali permainan rakyat dan olahraga tradisional katapel. Selain melatih fokus, strategi, dan kepekaan sosial, memainkan katapel juga meningkatkan imun tubuh karena bermain di area terbuka yang terpapar sinar matahari. Jadi, manfaat bermain katapel pada pagi atau sore hari sangat banyak, bukan hanya hiburan semata tetapi dapat meminimalisir kita untuk terkena covid-19,” pungkas Hermadi, Sekretaris Komunitas Ketan Kukus.

            Secara umum katapel merupakan permainan rakyat yang cukup aman dimainkan saat masa pandemi. Sebelum adanya himbauan mengenai jaga jarak sebagai salah satu upaya memutus mata rantai pandemi covid-19, permainan katapel telah menerapkan jarak antar pemain dan sasaran tembak. Permainan ini juga dapat melatih keberanian, perencanaan dan strategi yang dipadukan dengan kekuatan otot dalam menembak, fokus pada sasaran, serta ketepatan dalam pengambilan keputusan. Selain itu, memainkan katapel pada pagi atau pun sore hari dapat meningkatkan daya tahan tubuh akibat paparan sinar matahari yang dianggap dapat menjadi salah satu terapi atau lazim dikenal dengan sunbath therapy.

Katapel atau permainan rakyat dan olahraga tradisional lain sejatinya merupakan aset yang mencerminkan keanekaragaman budaya bangsa yang perlu dilestarikan, dikembangkan, dan dimanfaatkan kerena memiliki banyak manfaat dan juga memiliki potensi untuk membina karakter serta meningkatkan kualitas jasmani bagi pelaku permainan rakyat dan olahraga tradisional tersebut. Potensi tersebut apabila dimanfaatkan secara berkelanjutan akan mampu menjadi modal untuk membangkitkan Indonesia dari keterpurukan akibat pandemi covid-19 sekaligus menjadi investasi bagi pembangunan manusia dan kebudayaan menuju Indonesia Maju pada tahun 2045.


Komentar pada Suara Kita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: