Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Sekolah Desa dan Anggaran, Revolusi Mental dalam Kepemimpinan Desa Revolusioner Inklusif

GNRM, Pokmas,
  • 12 Juni 2022

Sekolah Desa dan Anggaran, Revolusi Mental dalam Kepemimpinan Desa Revolusioner Inklusif

Penulis: Yusuf Murtiono Ketua YP2M-FORMASI Kebumen

Pemimpin (leader) merupakan orang yang mempunyai peran atau wewenang untuk memimpin atau menjalankan kepemimpinan (leadership). Di desa, kepala desa adalah sosok yang dipilih dan disepakati sebagai seorang pemimpin, maka dia harus memiliki kemampuan menjalankan kepemimpinan. Artinya seorang kepala desa harus paham bagaimana cara memimpin, mengarahkan, membina, mengatur, menuntun, menunjukkan, mempengaruhi orang lain, bawahan atau pengikutnya agar mau mencapai tujuan yang diinginkan sang pemimpin.

Pemimpin juga harus inklusif yaitu perilaku pemimpin yang mampu menfasilitasi masyarakat atau perangkatnya guna menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam membangun desanya. Dan pemimpin harus revolusioner bukanlah reaksioner. Sehingga kepemimpinannya harus berwatak solutif, adaptif, mampu melihat akar persoalan untuk kemudian mencari solusinya.

Selanjutnya dalam konteks ekonomi desa, pendirian, pengembangan BUM Desa harus dibangun melalui persiapan yang matang. Artinya pendirian BUM Desa harus dilakukan melalui analisa mendalam terkait permasalahan ekonomi desa dan potensi yang dimiliki. Selain itu, keberadaan BUM Desa harus memberikan manfaat langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa BUM Desa modalnya berasal dari penyertaan APB Desa, maka hakitanya uang rakyat yang tidak hanya bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli desa tetapi juga meningkatkan pendapatan para pelaku ekonomi di desa.

Demikian, pokok – pokok materi diskusi pembelajaran komunitas Sekolah Desa dan Anggaran (SADAR) yang diselenggarakan hasil kerjasama Yayasan Pemberdayaan Pesantren dan Masyarakat (YP2M)/Forum Masyarakat Sipil (FORMASI) Kebumen dengan  Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK. RI, Sabtu (11/6). Hadir sebagai Nara Sumber H. Agus Khanif Dewan Presidium FORMASI dan Gunung Wiryanto selaku Koordinator Pengembangan Jaringan Desa FORMASI.

Pembelajaran SADAR angkatan X pertemuan tatap muka ketiga ini diikuti sebanyak 39 peserta, terdiri dari Perempuan 18 orang dan laki-laki 21 orang. Sedangkan unsur yang hadir dari kepala desa, sekretaris desa, perangkat desa yang lain, perwakilan unsur masyarakat perempuan, pendamping desa, dan perguruan tinggi. Kegiatan ini diliput beberapa media cetak lokal, online maupun TV lokal. Bertindak sebagai moderator adalah Bintang Bawono yang juga koordinator SADAR.

Pada proses diskusi yang dihubungkan dengan nilai-nilai strategis revolusi mental, maka kepala desa dan umumnya pemerintah desa sebagai pemangku kewajiban di desa dituntut untuk memiliki integritas, etos kerja, gotong royong dalam memimpin desa. Demikian halnya dengan rencana pendirian atau pengembangan BUM Desa sebagai salah satu kekuatan lembaga ekonomi di desa. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai revolusi mental tersebut diharapkan Desa benar-benar menjadi pusat pelayanan publik yang transparan, partisipatif dan akuntabel serta memiliki kekuatan ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat berbasis potensi lokal desa.

Pada akhir sesi, peserta mempunyai tugas untuk mengidentifikasi beberapa indicator sebagai pemimpin Desa yang inklusif revolusioner dan melakukan pemetaan ciri-ciri BUM Desa yang baik, sehat, dan mandiri. Tugas tersebut akan menjadi dokumen bersama untuk membangun Desa percontohan : Desa Melayani, Desa Mandiri, dan Desa Tertib. Dari seluruh proses pembelajaran SADAR X ini diharapkan dapat meminimalisir bahkan menghilangkan prilaku pemerintahan yang korup di tingkat Desa.

Komentar pada Suara Kita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: