Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Pinjam Mobil Dinas: Cara Unik Layani Warga

  • 06 Agustus 2020

Pinjam Mobil Dinas: Cara Unik Layani Warga

Inovasi

Foto: (sumber: semarangku.pikiran-rakyat.com)

 

Pinjam Mobil Dinas: Cara Unik Layani Warga

 

Semangat melayani warga dalam menyediakan layanan publik oleh sejumlah kepala daerah disampaikan dengan cara yang sangat menarik. Mobil dinas pun diperbolehkan jadi mobil pengantin. Gratis bensin, juga sopirnya!

 

“Selamat berbahagia Satria dan Farfisa. Alhamdulillah hari ini bisa melangsungkan pernikahan diantar mobil H 1 A,â€ tulis Wali Kota Semarang,  Hendrar Prihadi melalui akun Instagram-nya @hendrarprihadi. Ucapan ini disampaikan Hendrar kepada warganya yang merupakan pasangan pengantin bernama Heidy Mutiara Fahriza dan Danu Satria yang baru saja melangsungkan pernikahan di awal Juli 2020 lalu. Pasangan pengantin asal Tembalang dan Gajahmungkur Kota Semarang, Jawa Tengah ini diketahui sebagai pasangan pertama yang telah menggunakan mobil dinas Sang Walikota sebagai mobil pengantin.

 

Mobil dinas Toyota Camry bernomor polisi H 1 A itu dilengkapi dengan pengemudi dan bahan bakar. Semuanya dapat digunakan khusus untuk warga ber-KTP Kota Semarang, tanpa dipungut biaya. Mobil dinas yang siap digunakan itu akan tersedia setiap Sabtu dan Minggu. Wali Kota Hendrar dalam unggahan di instagram itu mengungkapkan pula rasa syukur atas pernikahan kedua warganya dan telah  menggunakan mobil dinasnya sebagai mobil pengantin.

 

"Untuk yang ingin pakai mobil dinas saya untuk pernikahan seperti Satria dan Farfisa, cukup berkirim surat peminjaman ke kantor saya di Jalan Pemuda. Bagi yang akan menggunakan tinggal menyampaikan surat permohonan. Tidak ada lagi biaya yang harus dikeluarkan,â€ kata Wali Kota Hendrar lagi seperti dikutip dari Antara. Kepada masyarakat Semarang, tambahnya, agar selalu menerapkan protokol kesehatan Covid-19 bagi yang akan melaksanakan pernikahan demi mencegah munculnya klaster baru penyebaran wabah ini akibat kerumunan saat menggelar acara pernikahan. “Intinya kita tetap berbagi kebahagiaan di tengah pandemi, tetap memerhatikan protokol kesehatan.â€

 

Seperti dituturkannya kepada Kompas.com, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini mengatakan, diperbolehkannya warga menggunakan mobil dinas sebagai mobil pengantin bertujuan hanya untuk berbagi kebahagiaan kepada warganya semata. Mobil dinas itu juga diakuinya jarang dipakai untuk kegiatan sehari-hari. “Memang berbagi kebahagiaan. Mobil itu juga kesehariannya jarang saya pakai, saya pakainya yang Inno** (merek mobil--red),â€ katanya lagi. Wali Kota Hendrar ingin mobil dinas itu dapat bermanfaat bagi warganya karena pembeliannya menggunakan APBD. Dia menegaskan, hanya warga ber-KTP Semarang yang boleh meminjam mobil dinas itu tetapi dengan lokasi jelajah mobil terbatas atau cukup di sekitaran dalam Kota Semarang.

 

“Kirim surat ke saya, setelah itu Saya turunkan ke Bagian Umum untuk kemudian dipanggil, tanggalnya cocok apa nggak sama tanggal yang kosong,â€ jelas Wali Kota berusia 49 tahun itu. “Kalau cocok, yang diinginkan pas kosong ya bisa langsung dipakai, kalau nggak kan mesti ‘ngatur jadwal lagi.â€ Adapaun pengemudi dan bensin yang disediakan gratis, menurut Wali Kota Hendrar adalah langkah antisipasi jika terjadi penyalahgunaan. “Kami ini siapin tidak hanya mobil, ada driver dan bensin, mobilnya juga ada GPS. Warga tinggal modal badan saja. Ya mudah-mudahan manfaat lah,â€ tambahnya. Dia juga mengatakan kalau program ini akan dijalankan hingga habis periode kepemimpinannya di tahun 2021 mendatang.

 

Program unik berupa pinjam mobil dinas untuk mobil pengantin ini juga dilakukan oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Hengki Kurniawan. Meski hanya tersedia di Hari Minggu, mobil dinas pinjaman bermerek Toyota Fortuner ini juga menyiapkan pengemudi dan tentu saja tanpa dipungut biaya apapun. Warga Kab Bandung Barat hanya diminta mengajukan surat peminjaman ke Kantor Wabup Hengki di lantai dua. Karena hanya tersedia satu unit, sistem yang berlaku di kantor bupati akan memilih dan memilah surat permohonan pinjaman mobil dinas itu. Maka, siapa yang paling cepat mengajukan, akan dilayani lebih dulu.

 

Melayani warga meski hanya dengan langkah unik berupa memperbolehkan mobil dinas pejabat sehari-hari menjadi mobil pengantin untuk warganya dapat dinilai sebagai inovasi menarik dari bentuk layanan publik. Semangat yang selalu ada dalam Gerakan Indonesia Melayani (GIM) dari Gerakan Nasional Revolusi Mental. Di samping itu, dengan proses peminjaman yang tidak berbelit-belit, dapat membuat warga merasa semakin dekat dengan pimpinannya, demikian juga sebaliknya. Kedekatan aparat negara dengan masyarakat mempergunakan pendekatan penuh keakraban semacam ini semestinya dapat terus dikembangkan, bahkan diperluas dalam bentuk layanan publik lainnya. Tidak lupa pula, menerapkan azas “jemput bola!â€ (*)

 

Diolah dari berbagai sumber




#ayoberubah 

#IndonesiaMelayani


Komentar pada Suara Kita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: