Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Pembelajaran Lapang Praktik Revolusi Mental SADAR X

pokmas, desa revolusi mental
  • 23 Juni 2022

Pembelajaran Lapang Praktik Revolusi Mental SADAR X

Pengirim : Yusuf Murtiono (YP2M) dan Imdad Durrokhman (Lurah SADAR X)

 

Praktik keswadayaan dan gotong royong sebagai salah satu nilai strategis Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) langsung diterapkan oleh para peserta Sekolah Desa dan Anggaran ( SADAR) angkatan X. Pengamalan nilai tersebut dilakukan setelah terbangun kesepakatan untuk tetap melanjutkan pembelajaran SADAR X dengan agenda pembelajaran lapang  atas biaya mandiri.

Adapun tujuan lokasi praktik nilai-nilai revolusi mental dalam tata Desa dilaksanakan di  Kalurahan Guwasari, Kecamatan Pajangan,  Bantul. Kalurahan atau Desa Guwasari merupakan salah satu wilayah yang banyak dijadikan media publikasi praktik revolusi mental oleh Kementerian Koordinator PMK.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (21/06), diikuti 36 peserta terdiri dari unsur Kepala Desa, Sekretaris Desa, Perangkat Desa lainnya, BPD, perwakilan unsur perempuan desa, dan beberapa tim SADAR dari YP2M-FORMASI. Perwakilan Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa Kab. Kebumen yang semula direncanakan mendampingi berhalangan karena kesibukan dinas. Sehingga rombongan  dipimpin oleh Ketua YP2M Yusuf Murtiono dan Lurah SADAR X, Kepala Desa Logede, Pejagoan, Imdad Durrokhman.

Sesampai di Kalurahan Guwosari, rombongan diterima langsung oleh Lurah Masduki Rahmat, Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) H.M. Juremi, Carik Kalurahan Nur Hidayat, beberapa Pamong, staff dan pengurus BUMKal dan pengelolah sampah.

Dalam sambutannya Lurah SADAR X menyampaikan niat dan tujuan belajar lapang adalah untuk mengisi gelas kosong praktik revolusi mental dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan ekonomi desa yang berpihak kepada masyarakat marjinal.

Sementara Ketua YP2M manambahkan bahwa kunjungan belajar ini untuk mendapat gambaran langsung bagaimana nilai-nilai revolusi mental benar-benar memberikan dampak manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan rakyat desa melalui pelayanan publik. Melalui belajar lapang juga diharapkan muncul keberanian inovasi, dan kreatifitas tata kelola desa yang selalu berpihak pada masyarakat marjinal.

Dalam kunjungan ini, rombongan peserta SADAR X mendapatkan penjelasan dari Ketua Bamuskal, Kepala Desa, dan Perangkat Desa yang mengurus kelompok disabilitas, serta ketua pengelola sampah. Penjelasan yang didapatkan yakni tentang tata kelola pemerintahan dan pembangunan kalurahan yang inklusif, transparan, dan bagaimana menjadikan sampah sebagai berkah mendatangkan uang.

Setelah semua paparan dilanjutkan dialog dua arah yang pada intinya mendiskusikan tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang baik, inklusif, dan transparan, pemberdayaan ekonomi kalurahan dan pemberdayaan masyarakat marjinal. Salah satu kebijakan yang menarik yang banyak dirasakan langsung oleh masyarakat adalah beasiswa satu dukuh satu sarjana, layanan kesehatan jemput bola, dan pendampingan kelompok disabilitas.

Pembelajaran lapang yang mengambil tema “ Gerakan Revolusi Mental Berbasis Desa dan Daulat Rakyat atas Keterbukaan Informasi Anggaran Desa-Daerah” dilanjutkan melihat langsung beberapa praktik tata kelola wisata desa, kerajinan masyarakat, pengolahan sampah, dan bentuk pelayanan publik yang aksesibel bagi masyarakat marjinal.

Peserta dibagi dalam 3 kelompok, yaitu : kelompok 1 pendalaman tentang tata kelola pemerintahan kalurahan inklusif; kelompok 2 pengembangan ekonomi kalurahan; dan kelompok 3 mengamati tentang pemberdayaan masyarakat marjinal.

Kegiatan ditutup di  Bukit resto Kopi Puncak Rindu. Yusuf Murtiono dan Imdad Durrokhman menyampaikan terima kasih dan sangat terkesan dengan acara sehari yang dirasa akan menjadikan kerinduan kembali untuk belajar. Kemudian Lurah Guwosari yang diwakili Carik mengucapkan terima kasih dan mengharapkan agar nilai-nilai etos kerja, integritas, dan gotong royong benar-benar akan menjadikan pemerintahan kalurahan sebagai pelayan masyarakat.

Di Akhir acara Yusuf M selaku penanggungjawab SADAR X mengingatkan bahwa masing-masing kelompok mempunyai tugas menuliskan pengalaman pembelajaran lapang baik informasi yang dipaparkan maupun hasil pengamatan langsung lapangan.

 

Komentar pada Suara Kita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: