Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Online Training: Pendidikan Perdamaian Bagi Mahasiswa untuk Meningkatkan Toleransi Keberagamaan

Peserta kegiatan Online training Pendidikan Perdamaian Bagi Mahasiswa untuk Meningkatkan Toleransi Keberagamaan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • 28 Desember 2020

Online Training: Pendidikan Perdamaian Bagi Mahasiswa untuk Meningkatkan Toleransi Keberagamaan

Dalam rangka mewujudkan Gerakan Nasional Revolusi Mental melalui partisipasi masyarakat, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia berkerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur menggelar Online Training:  Pendidikan Perdamaian Bagi Mahasiswa Untuk Meningkatkan Toleransi Keberagamaan pada hari Kamis, 10 Desember 2020.

Online Training ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Rektor II UMKT Bapak Sunarso, S.E., M.M yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Salah satu wujud toleransi keberagamaan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) termasuk UMKT yang walaupun berasaskan Islam terbuka bagi mereka yang beragama non muslim, dengan demikian UMKT sendiri telah menunjukkan salah satu bukti nyata dari bentuk toleransi keberagamaan” .

Pada pelatihan ini juga telah dihadirkan tiga pemateri yang mumpuni dalam masing-masing bidangnya.


Pemateri pertama Ikhwanul Muslim, S.H., M.H selaku Dosen  Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur yang membahas konsep hukum dan HAM dalam beragama yang pada intinya  mengingatkan kembali kepada semua bahwa berdasarkan hukum yang ada seluruh pemeluk agama di Indonesia harus diperlakukan sama sesuai dengan amanat pasal 29 UUD NRI 1945.

  

Selanjutnya ialah Irfan Amali, selaku Co - Founder Peace Generation yang merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak pada bidang perdamaian ini menyampaikan konsep perdamian dalam rangka meningkatkan toleransi keberagamaan bagi mahasiswa bagaimana berfikir kritis untuk memecahkan sebuah permasalahan serta 12 Nilai Dasar Perdamaian.

Pemateri ketiga Dr. Yusep Rafiqi S.Ag., M.M. yang merupakan Mudir Ma’had At-Tajdid Muhammadiyah

dalam paparannya, Bapak Dr. Yusep Rafiqi, S.Ag., M.M. menjelaskan toleransi berasal dari kata memaafkan yang merupakan konsep yang berarti memaafkan sekemampuan. Berdasarkan Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 199 yang pengertiannya “Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh”. Dengan demikian, pada dasarnya konsep toleransi dalam Islam merupakan bagian akhlak dari akhlak yang terpuji, Selain itu, toleransi juga merupakan sikap atas apa yang telah terjadi di masa lalu, bahkan pada seseorang yang melukai diri kita, toleransi juga merupakan orientasi kebijakan pribadi muslim dan menghindarkan diri dari mereka yang intoleran.

Pada akhir sesi kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta terpilih ini juga disepakati bahwa sebagai agen perdamaian (agent of peace) maka sudah menjadi kewajiban bagi setiap individu untuk menyampaikan nilai-nilai kedamaian dan memiliki tanggung jawab dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Komentar pada Suara Kita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: