Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Megah Putra Perkasa

  • 17 Agustus 2020

Megah Putra Perkasa

Suara Kita

Foto: (sumber: merdeka.com)

 

Berani Pantang Menyerah itu Baik!

 

Imbas Pandemi Covid-19 yang dirasakan semua orang, utamanya dalam soal ekonomi keluarga, membuat Dirinya segera “banting setir.” Seragam pilot kebanggan “terpaksa parkir” dulu di lemari, berganti “baju santai” a la pedagang mie ayam.

 

Beragam situasi di udara saat mengendarai pesawat tentu selalu siap dihadapi oleh para pilot. Makin banyak jam terbang, pengalaman mengudara di berbagai situasi pun jadi makin terasah. Tantangan di dalam kokpit pesawat, nyatanya kini harus dialami juga saat di darat. Kalau di kokpit, lengkap dengan seragam, lantas kalau sekarang menjalani profesi sebagai Pedagang mie ayam, tentu beda lagi cerita dan hasilnya.

 

Profesi sebagai pilot telah dijalani oleh Megah Putra Perkasa selama 13 tahun. Begitu terjadi Pandemi Covid-19, sektor penerbangan yang terhempas, berbuah “hempasan” pula bagi profesi yang membanggakannya itu. Pesawat komersil diminta berhenti terbang, pesawat pun terparkir begitu saja di bandara. Megah, dalam ceritanya kepada merdeka.com mengaku kesibukan dan kepadatan lalu lintas penerbangan jadi tidak terlihat, padahal biasanya Dia melakoni penerbangan selama 80-90 jam dalam sebulan.

 

Situasi ini lantas mulai membuat keuangan keluarga semakin menipis, sementara kebutuhan rumah tangga harus terus dipenuhi. Sebagai Kepala Keluarga, Megah dituntut untuk segera memutar otak, mencari jalan keluar sambil terus bertahan hidup.  “Saya harus berbuat sesuatu, dan berani memulainya,” ujar Megah yang berbagi cerita dalam program Berani Berubah itu.

 

Berbekal kemampuannya di dapur, Megah dengan berani segera “banting setir.” Dari seorang pilot menjadi juru masak atau chef. Awalnya, hasil masakan Megah dijual secara daring saja lewat berbagai akun sosial medianya seperti instragram, Whatsapp, dan facebook. “Saya jualan di Instagram, dari grup WhatsApp, Facebook. Alhamdulillah saya lihat responsnya bagus. Dari open order seminggu sekali, sampai akhirnya seminggu tiga kali. Akhirnya karena prospek bagus, saya putuskan jualan offline,” tambahnya.

 

Terjun dalam persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat diakui Megah memang bukan hal mudah tetapi dengan semangat dan keberanian, tantangan itu lantas dijawabnya dengan baik. Kedai mie ayam itu pun berdiri dan berlokasi di wilayah Tangerang Selatan, Banten. Meski demikian, Megah mengaku tidak malu tetapi justru jadi kebanggan tersendiri baginya. “Saya rasa bukan memalukan dan tabu dikerjakan. karena pilot jualan mie ayam, usaha kita survive. Ini seperti mencontohkan pada anak saya, ada saatnya manusia di atas, ada saatnya berjuang dari bawah. Sesuatu yang baik dan halal, kenapa tidak dilakukan?” katanya lagi.

 

Harapan berakhirnya Pandemi Covid-19 tentu selalu ada, toh seragam pilot membanggakan itu masih tersimpan rapi di lemari. Megah mengaku rindu kembali mengudara dengan burung besi itu. Pandemi Covid-19, menurutnya, tetap akan jadi cerita tentang bertahan hidup dan berkah bagi diri dan keluarganya. Jika sudah kembali jadi pilot, usaha mie ayam yang sudah dirintisnya ini, oleh Megah akan terus dilanjutkan. “Akan tetap dijalani, bekal kalau suatu waktu saya pensiun dari penerbangan,” ungkap Megah menutup ceritanya.

 

Kita tentu tidak ingin situasi Pandemi Covid-19 ini terus berlangsung. Perang melawan Covid-19 masih terus ada karena memang tidak ada yang tahu persis kapan berakhir. Namun, harapan akan selalu ada dan keadaan serba menyusahkan seperti saat ini juga pasti akan ada ujungnya. Selain kedisiplinan, Pandemi Covid-19 akan dapat dijalani dan dimenangkan dengan semangat pantang menyerah. Semangat ini adalah warisan leluhur bangsa kita dan harus terus dibangun serta digaungkan agar jadi semangat bersama, menularkan sikap hidup yang baik bagi sesama, dan tentu saja agar tidak kalah begitu saja dengan keadaan. Cerita Pilot Megah dapat jadi inspirasi, betapa keberanian dan sikap positif akhirnya menjawab tantangan hidup yang tengah naik turun itu. Pantang menyerah adalah karakter bangsa, maka akan selalu ada dalam semangat bangsa ini me-revolusimental-kan dirinya. Jangan ragu, Ayo Berubah! (*)

 

Diolah dari berbagai sumber

 

 



Komentar pada Suara Kita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: