Jadilah Bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental!

Masjid Sebagai Pusat Penyebaran Informasi baik untuk kemaslahatan

Masjid Sebagai Pusat Penyebaran Informasi baik untuk kemaslahatan
  • 18 Juli 2022

Masjid Sebagai Pusat Penyebaran Informasi baik untuk kemaslahatan

Yogyakarta, 17/07/22 - Pusat Studi Muhammadiyah menyelenggarakan acara Pendidikan Literasi Media bagi Remaja Masjid di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada sesi kedua acara diskusi diisi oleh materi pertama dengan tema “Etika dan Tantangan Dakwah Digital” oleh Iman Sumarlan Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.  

 

Dalam pemaparan pertama ia menyampaikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat di era digital sekarang adalah wifi, kuota dan baterai di era internet. Maka, dalam konteks dakwah internet dapat digunakan sebagai sarana dakwah. “Dakwah dan Da’i memerlukan kemampuan literasi digital, sehingga dakwah bersifat transformatif seiring perkembangan zaman,” Ucap Iman. 

 

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan dalam berdakwah di era digital diperlukan ketrampilan yang diseimbangkan dengan nilai secara proposional. “Ketrampilan praktis untuk menggunakan teknologi digital yaitu operasional, navigasi dan ketrampilan sosial secara kreatif, yang dibersamai dengan Etika dakwah Humanis, Moderat, Tidak Reaktif, Agresif,” Tutup Iman.  

 

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Miftahul Haq sebagai Takmir Masjid UMY tentang “Peran dan Strategi Remaja Masjid dalam Dakwah di Dunia Digital”. Menurut Miftah, Fungsi masjid tidak hanya tempat ibadah tapi juga budaya, pendidikan dan kesehatan. Ia menukil dari buku karya Prof. Nasar yakni Imam masjid Istiqlal yang mana menyampaikan fungsi masjid 20% sebagai tempat ibadah 80% sebagai tempat dakwah

 

“Masjid sebagai bagian dari upaya penyebaran informasi baik untuk kemaslahatan, sehingga peran dari remaja masjid dalam menyebarkan dakwah terutama lewat media digital sangat penting,” Ujar Miftah. 

 

Sesi diskusi dilanjut dengan materi ketiga sebelum jeda makan siang. Materi ini ketiga disampaikan oleh ibu. Tri Hastuti Nur Rochmah selaku Sekertaris Pimpinan Pusat Aisyiyah. Dalam materi yang bertemakan “Dakwah Kreatif dan Edukatif melalui Media Digital”, ia menyampaikan masyarakat Indonesia saat ini diterpa oleh problematika mental bangsa. Baginya, remaja memiliki peranan besar dalam merubah kondisi tersebut. “Remaja dan pemuda punya sejarah luarbiasa dalam perubahan bangsa. Remaja punya posisi strategis sebagai sarana perubahan, terlebih di era bonus demografi,” Ucap Tri. 

 

“Di era digital, remaja memainkan peran penting dalam mengampanyekan di media sosial. Dari berbagai fenomena tadi, remaja masjid dapat berperan dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian dan menjadi agent of change,” Tutup Tri. 

 

Sesi kedua, sekaligus penutup dilaksanakan dengan kegiatan Training of Trainer (ToT) yang diisi oleh Nabhan Mudrik Alyaum selaku CEO IB.Times. Sebagai pelaku aktif media sosial, ia berpesan pada para peserta bahwa upaya remaja dalam bermedia sosial harus dapat menghasilkan manfaat kepada orang lain. “Pengelolaan medsos bukan hanya untuk keren-kerenan. Melainkan juga membantu memastikan kualitas dalam organisasi dan dakwah kita,” Ucap Nabhan. 

 

Sebagai penutup, Nabhan juga menyampaikan peranan remaja masjid dalam berdakwah melalui media sosial dapat dilakukan dengan cara merubah metode dalam bermedia sosial dengan cara lebih aktif. “Kita adalah silent majority sehingga kita harus lebih berisik di medsos, menceritakan dan mempublikasikan aktivitas positif dan salah satunya bisa dilakukan dengan saling tag juga mention di Twitter agar jadi vocal majority,” Tutup Nabhan. 

 

Melalui kegiatan diskusi ini, harapannya remaja masjid yang juga pemuda-pemudi dapat memahami pentingnya gerakan dakwah berbasis media sosial dengan kecakapan yang inovatif dan kreatif.  Serta membentuk mental dan perilaku remaja masjid yang moderat dalam bermedia sosial. Sehingga nantinya mampu membuat perubahan, dimulai dari lingkup terkecil yakni gerakan dakwah masjid melalui media sosial. 

 

Kontributor : Pusat Studi Muhammadiyah UMY

 

Komentar pada Suara Kita Ini (0)

Tinggalkan Komentar

    • Dipos pada: