• 21
  • 0
  • 0
  • 0


Kompleks Istana Ratu Boko merupakan salah satu warisan cagar budaya yang melengkapi keistimewaan Jogja. Menjemput senja terbaik Jogja dari gapura istana adalah pilihan yang tidak boleh kamu lewatkan saat mengunjungi tempat ini.Sebuah gapura batu nan megah tampak menawan ketika sinar matahari sore memantul di sela-sela bangunannya. Dari kejauhan, gapura yang sudah ada sejak 792 itu menjadi siluet lantaran tertutup sinar matahari yang mulai meredup. Di kejauhan, bulatan merah menyala perlahan menyingkir dari angkasa, bergulir turun lantas menghilang dan hanya menyisakan pancarona nan indah di langit. Merapi Merbabu yang berdiri kokoh di kejauhan seolah menjadi pelengkap paket senja nan mempesona di Ratu Boko.Ya, berburu senja tak harus selalu di pantai atau di puncak gunung, menikmati senja di kompleks Istana Ratu Boko bisa menjadi pilihan. Istana Ratu Boko merupakan kompleks istana yang dibangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran, salah satu keturunan Wangsa Syailendra sekitar tahun 792 M. Kompleks istana ini bernama Abhyagiri Vihara yang berarti biara di bukit penuh kedamaian. Hal ini dikarenakan lokasi Ratu Boko yang berada di atas bukit setinggi 196 mdpl. Dari tempat ini kamu bahkan bisa menyaksikan puncak Candi Prambanan, Gunung Merapi Merbabu, dan desa-desa di sekitarnya.


Istana ini mulanya berfungsi sebagai tempat menyepi dan kegiatan spiritual agama Budha, namun pada 856 M, komples istana seluas 250.000 m3 difungsikan sebagai keraton oleh Rakai Walanging Pu Khumbayoni yang beragama Hindu. Hal inilah yang lantas membuat kompleks istana ini kental dengan perpaduan unsure Hindu dan Budha. Dilihat dari sisi agama Hindu, Istana Ratu Boko memiliki yoni, tiga miniatur candi, arca Ganesha, dan Durga, serta lempengan emas dan perak bertuliskan mantera agama Hindu Om Rudra ya namah swaha. Sedangkan sentuhan Budha sangat terasa pada acra Budha, reruntuhan stupa, dan stupika.Istana Ratu Boko terbagi menjadi empat bagian yang meliputi barat, timur, tengah, dan tenggara. Bagian tengah terdiri dari bangunan gapura utama, lapangan, candi pembakaran, kolam, batu berumpak, dan paseban. Sedangkan bagian tenggara meliputi batur pendopo, batur pringgitan, gapura, dua kompleks kolam, dan reruntuhan. Sebuah pahatan lingga yoni tampak di dasar kolam. stupa budha, kolam, serta kompleks gua yang disebut Gua Lanang dan Gua Wadon berada di bagian timur. Bagian barat terdiri dari perbukitan yang memiliki tiga teras. Masing-masing teras dipisahkan oleh pagar batu andesit dengan tinggi lebih kurang 3,50 meter dan tebing teras diperkuat dengan tumpukan batu andensit. Batas utara adalah pahatan langsung dinding perbukitan.Jika kamu masuk dari pintu gerbang istana, dua buah gapura menjulang menjadi pemandangan awal dari Kompleks Istana Ratu Boko. Gapura pertama terdiri dari tiga pintu sedangkan gapura kedua memiliki lima pintu. Pada gapura pertama, terdapat tulisan Panabwara yang berarti kekuatan. Kata tersebut berdasarkan prasasti Wanua Tengah III ditulis oleh Rakai Panabwara sebagai tanda bangunan tersebut bangunan utama.Setelah meninggalkan gapura kedua, kamu akan menjumpai bangunan candi dengan bahan dasar batu putih. Hal tersebut membuat masyarakat setempat menyebutnya Candi Batu Putih. Selain Candi Batu Putih, Istana Ratu Boko juga memiliki candi berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 26 meter x 26 meter dengan dua teras. Konon, candi tersebut digunakan sebagai tempat pembakaran jenazah, karena itu tempat tersebut dinamakan Cadi Pembakaran.