Menulis Itu Nyeni
  • 311
  • 3
  • 0
  • 0

Menulis Itu Nyeni

Oleh BAMBANG ARIANTO

Dosen Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta

BAGI saya sebagai penulis pemula, menulis harus dijadikan salah satu kewajiban harian. Meskipun aktifitas keseharian kita seringkali disibukkan oleh berbagai jadwal yang padat. Namun, jika tidak kita sempatkan untuk menulis beberapa kata setiap hari, maka akan sulit semangat menulis dapat terus bersemayaman dalam benak kita. Dari sepenggal pengalaman tersebut kita dapat menarik sebuah simpulan bahwa “menulis” harus dibarengi oleh “semangat dan motivasi”. Sebab tanpa adanya “semangat dan motivasi” yang terus mengelora, akan sulit bagi kita untuk dalam melahirkan berbagai macam tulisan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi kita dalam mengawali sebuah tulisan opini populer disebuah media massa, agar dapat diterima oleh redaktur maupun pembaca.

Pertama, pilihlah judul tulisan yang menarik dan singkat. Pemilihan judul yang tidak terlalu panjang dengan kata-kata yang menarik akan sangat menentukan apakah tulisan kita menarik dibaca atau tidak. Akan lebih baik lagi jika pemilihan judul tulisan sebaiknya menggunakan kata-kata yang sedikit atau sekitar tiga hingga lima kata. Selain itu, pilihlah kata-kata yang tidak begitu bombastis namun membuat pembaca penasaran dengan tulisan kita. Seperti contoh “Mewaspadai Spekulan Elektoral”. Judul tersebut seolah-olah kata “Spekulan” mengambarkan bahwa akan ada upaya jual beli suara dalam Pemilu. Sehingga, bagi pembaca maupun redaktur akan tertantang untuk mengetahui lebih mendalam isi tulisan tersebut.

Kedua, membiasakan diri, untuk membaca opini atau artikel diberbagai media cetak, baik koran atau majalah setiap hari, terutama buku. Kebiasaan ini akan semakin mengasah kehalusan dari pemilihan kata-kata yang akan kita tuangkan dalam sebuah tulisan. Tingkat kekuatan membaca baik membaca opini di koran maupun buku akan dapat mempengaruhi bagaimana seorang penulis memilih kata-kata pembuka dalam mengeluarkan ide-ide, gagasan maupun kritik terhadap sebuah permasalahan yang akan ia bahas. Pemilihan kata yang baik, menarik, renyah dan tentunya lugas, otomatis akan dapat membuat pembaca semakin penasaran dengan materi tulisan yang kita buat.

Ketiga, seringlah untuk berlatih menuliskan apapun yang anda lihat dengan memperhatikan kedua faktor diatas, yakni kebiasaan membaca dan memilih judul yang menarik. Dengan memberanikan diri menuliskan apapun yang ada dalam pikiran kita maupun yang sesuai dengan jalur kelimuan kita, setidaknya akan membuat mental kita akan terlatih untuk terus menulis. Kebiasaan ini dapat dimulai dengan menulis yang dimulai dengan beberapa kata. Bahkan petikan beberapa kata tersebut dapat pula diposting atau diunggah dijejaring media sosial seperti facebook. Dengan memberanikan diri menuliskan seperti itu, dengan tema apapun yang ada dalam pikiran kita, akan tercipta kebiasaan baik untuk terus menulis dan kembali menulis.

Keempat, carilah teman yang suka menulis atau bahkan yang telah senior untuk dapat saling berbagi pengalaman dan meminta saran-kritik seputar tulisan kita. Teman dan komunitas ini berfungsi untuk saling mengingatkan dan memupuk semangat kita untuk terus menulis yang baik dan benar. Usahakan teman kita tidak segan-segan untuk membantu mencermati gaya bahasa dan pemilihan kata-kata dalam tulisan yang sedang dan akan kita buat.

Begitula sekelumit tips-tips dalam menulis opini di media cetak yang harus kita perhatikan “seadainya saya penulis”. Selain itu, faktor yang terpenting yang harus terus dipupuk adalah tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk segera menulis detik ini juga. Sebab, jika kita mengulur-ulur waktu untuk menulis, maka secara otomatis akan sulit bagi kita untuk menuangkan ide dan gagasan dalam sebuah tulisan. Bagi saya pribadi “menulis itu nyeni”. Artinya, menulis merupakan sekumpulan aktifitas meramu dan meracik kata-kata, data, fakta yang berkembang dengan beberapa teori kelimuaan yang kita pahami menjadi satu dan kemudian disajikan menjadi tulisan yang menarik. Jadi, seni meracik dan meramu kata-kata inilah yang membuat aktifitas menulis saya sebut adalah bagian dari “seni atau nyeni”.

Dengan menyakini menulis adalah bagian dari “nyeni” saya merasa santai dalam menuangkan dan merangkai kata-kata. Namun, harus tetap memperhatikan kaidah-kaidah kepenulisan. Seperti tetap menempatkan sumber teori atau kutipan dalam sebuah tulisan. Akan lebih baik, bila sebuah tulisan dilengkapi dengan sumber kutipan dari teori yang kita gunakan. Agar tulisan kita memiliki pegangan yang cukup kuat, meskipun hal ini tidak menjadi keharusan. Terakhir yang perlu diperhatikan dalam menulis artikel di Koran, yakni menghindari untuk mengirimkan tulisan dengan “judul yang sama” kebeberapa media massa. Hal itu guna menghindari tulisan “ganda” yang akan membuat citra sang penulis merosot dihadapan redaktur maupun pembaca. Selamat menikmati menulis.***


3 PENDUKUNG