Beretika dalam Media Sosial dan Anti-Hoax
  • 205
  • 2
  • 0
  • 0

Sekali lagi di era modern ini, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi telah berkembang dengan pesat. Akses internet dan media sosial yang begitu mudah mau tak mau meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari praktik perundungan, penyebaran isu SARA dan pornografi melalui media sosial. Terlebih lagi menjelang Pemilihan Umum pada tahun 2019, tidak dapat dipungkiri, makin banyak yang akan disebarkan melalui media sosial baik kabar baik maupun kabar buruk. Menanggapi ha tersebut, amat diperlukan edukasi sejak dini terkait bijak dalam menggunakan media sosial. Sasaran utama program ini adalah anak, remaja dan orang tua.

Anak dan remaja dapat menjadi cerminan utama seberapa besar dampak tekonologi. Justru anak-anak jauh lebih melek teknologi daripada orang tuany. Melalui Sosialisasi Bijak Menggunakan Media Sosial anak dan remaja diajarkan bagaimana menggunakan media sosial yang baik. Dimulai dengan menggunakan tutur kata yang baik, kalimat-kalimat bernada pujian, dan yang terpenting menghargai hasil karya orang lain.

Kemudian untuk orang tua dan kaitannya dengan Pemilihan Umum 2019, nantinya akan banyak tersiar kabar baik dan buruk yang belum tentu kebenarannya. Sehingga materi Etika Media Sosial kami tegaskan pada poin Anti-Hoax. Hoax atau berita bohong dapat menjadi ancaman terbesar bangsa ini karena bisa saja menyebarkan fitnah dan menggiring opini publik untuk membenci kelompok tertentu tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam sosialisasi ini, disampaikan bahwa setiap orang harus waspada dengan berita-berita yang beredar di dunia nyata maupun di dunia maya. Salah satunya dalah dengan melakukan pemeriksaan kebenaran berita, memeriksa keaslian foto, maupun mencari berita yang sama dari sumber-sumber yang lebih terpercaya. Bijak menggunakan media sosial juga dapat dilakukan dengan membiasakan penggunaan bahasa yang sopan, menghargai karya orang lain dengan menyertakan sumber saduran, serta membiasakan diri untuk saring sebelum sharing berita. Membiasakan beretika di media sosial dan semangat anti-hoax dalam skala global dapat membantu menstabilkan keadaan negara. Sehingga negara dapat dijauhkan dari isu politik maupun SARA yang tidak benar sama sekali. (yr)


2 PENDUKUNG