Apakah Sejarah Adalah Mata Pelajaran Yang Payah?
  • 128
  • 0
  • 0
  • 0

Pelajaran sejarah, seperti apa yang sudah sering saya jumpai di lapangan, boleh dikatakan sebagai pelajaran yang membosankan bagi peserta didik. Hal tersebut dikarenakan materi yang disampaikan di sekolah-sekolah oleh para guru tidak bersifat dinamis. Contoh: Tarumanegara merupakan kerajaan Hindhu Tertua di Jawa. Pertanyaannya, lantas mengapa jika peserta didik mengetahui bahwa Tarumanegara merupakan kerajaan Hindhu tertua di Pulau Jawa? Contoh selanjutnya, Ratu Sima merupakan pemimpin kerajaan Kalingga. Dan lagi, kembali muncul pertanyaan apa yang didapat peserta didik dari hal tersebut? Apakah hanya sebagai pengigat?

Pada dasarnya pelajaran sejarah merupakan modal utama yang harus dimiliki peserta didik guna menatap masa depan secara lebih luas dan terencana lagi. Komponen-komponen yang berperan dalam rantai pembelajaran ini, baik guru, peserta didik, serta masyarakat luas, seharusnya mencoba membuka alternatif baru dalam pembelajaran sejarah dengan melihat segala problematika saat ini yang begitu kompleks. 

Contoh: Ketika kita membicarakan tentang kerajaan Tarumanegara, kenapa kita tidak mencoba menguraikan tentang mitigasi bencana di dalamnya. Bagi saya, Tarumanegara merupakan kerajaan yang mempunyai upaya penanggulangan banjir terefektif pada masanya, dan masih cukup relevan untuk menjadi bahan kajian penanggulangan banjir saat ini.

Contoh selanjutnya, ketika kita berbicara mengenai kerajaan Kalingga, mengapa kita tidak mencoba menguraikan mengenai wacana feminisme serta emansipasi wanita nusantara di dalamnya. Pola kepemimpinan Ratu Sima yang terkenal tegas dan tidak pandang bulu terhadap korupsi juga mampu dijadikan refleksi terhadap perilaku korup beberapa pejabat di negeri ini.

Intinya pelajaran sejarah akan sangat berguna bagi pembangunan bangsa jika kita tidak terpaku pada hapalan-hapalan semata, melainkan mampu membuka alternatif-alternatif baru dalam melihat sebuah peristiwa sehingga kita mampu mengambil keputusan secara lebih bijak dan tepat. Belajar Bijak Dari Sejarah!



0 PENDUKUNG