Perjalanan Sosiologis Revolusi Mental 

Paulus Wirutomo
  • 45
  • 0
  • 0
  • 0

Catatan Penulis
“Mengapa Perjalanan Sosiologis?”


Revolusi Mental merupakan gejala yang menarik dalam perjalanan Pembangunan Bangsa Indonesia. Disatu pihak konsep ini berasal dari Pemerintah (khususnya Presiden Jokowi), namun sebagai suatu “revolusi” diharapkan bisa mendorong Gerakan Sosial yang didukung secara massif oleh Rakyat. Secara sosiologis, gejala ini kurang lazim, sebab Gerakan Sosial biasanya muncul dari inisiatif masyarakat sebagai reaksi dari kekecewaan atau bahkan perlawanan terhadap Pemerintah. Pertanyaannya adalah: mungkinkah Revolusi Mental ini menjadi suatu “Government-induced Social Movement” (Gerakan Sosial yang didorong Pemerintah)?. Pertanyaan itu benar-benar menantang saya sebagai seorang sosiolog untuk mengamati dan menganalisis gejala Revolusi Mental yang telah berjalan selama empat tahun ini. Oleh karena itu penulis memberi judul: “Perjalanan Sosiologis Revolusi Mental”. Ternyata perjalanan itu bukan hanya dalam kurun waktu empat tahun dimulai saat Presiden terpilih Jokowi memerintahkan kepada saya untuk menjadi ketua Pokja Revoluisi mental di Rumah Transisi. Perjalanan sosiologis itu dimulai ketika saya beberapa tahun sebelumnya sebagai seorang sosiolog mulai berpikir tentang bagaimana ilmu sosiologi ini bisa membantu kita sebagai bangsa yang pernah terjajah cukup lama (post colonial society) itu untuk bangkit dan menemukan jatidiri sebagai Nusantara yang besar dan jaya.