Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Tim Spektronics ITS juarai Chem-E-Car di Amerika Serikat

Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, dalam ajang American Institute of Chemical Engineers (AIChE) Chem-E-Car Competition 2017 di  Minneapolis, Amerika Serikat, Minggu (29/10/2017). Mereka berhasil menyabet dua gelar juara sekaligus, yakni juara pertama Race Competition (kompetisi utama) dan Best Video Competition.

Menjadi satu-satunya tim dari Asia Tenggara, tim Chem-E-Car ITS, dengan integritas serta etos kerjanya dan mengimplementasikan nilai-nilai revolusi mental, berhasil mengalahkan tim juara bertahan dari University of California-Irvine, AS dan juga Korea Advance Institute of Sains Technology (KAIST), Korea Selatan. Perolehan jawara pertama ini merupakan perolehan prestasi paling besar dalam sejarah tujuh tahun Spektronics ITS berkiprah. Bahkan, keberhasilan ini disusul dengan dinobatkannya video Spektronics yang merupakan karya dari tim ITS TV sebagai Best Video Competition di ajang ini.

"Ini merupakan prestasi terbesar Spektronics ITS sejauh ini, dan kemenangan ini tentu kami persembahkan untuk Indonesia dan ITS tercinta," ujar Putu Adhi Rama Wijaya, Ketua Tim Spektronics ITS dalam rilisnya, Senin (30/10/2017)


Spektronics Aerio Superior (AS), prototipe mobil berukuran mini ramah lingkungan yang berhasil mengalahkan 42 tim peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara seperti Amerika, China, Puerto Rico, Yunani, Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Mobil ini diramu dengan reaksi kimia H2O2 dengan Ferum (III) Khlorida (FeCl3) sebagai katalis.

Koordinator tim Spektronics AS, Rifky Putra Herminanto menuturkan, bahwa pada kompetisi utama setiap tim diberikan dua kali kesempatan run menempuh jarak 23,5 cm dengan tingkat error (berhenti sebelum garis finish) terkecil. Tak hanya itu, mobil juga diwajibkan untuk membawa beban air sebesar 157 mililiter yang diberitahu sejam sebelum kompetisi.

“Dalam hal ini, mobil yang memiliki tingkat error terkecil atau yang berhasil meraih jarak paling dekat dengan target yang akan menjadi juara,” katanya saat dihubungi melalui pesan singkat di Surabaya.

Lebih lanjut Rifky menceritakan, pada kesempatan pertama run, tim Spektronics berada di urutan ke-6 dengan error hingga 73 cm. Namun pada kesempatan kedua, setelah berdiskusi dan menganalisa reaksi yang terjadi, mobil Spektronics ITS berhasil melesat menyalip dan menjadi juara pertama dengan error hanya dua cm.

“Perolehan tingkat error ini cukup kompetitif dengan juara dua dari University of California - Irvine yang memiliki tingkat error sembilan sentimeter,” jelas mahasiswa angkatan 2015 ini.

Rifky juga mengungkapkan, ada tiga kendala yang timnya hadapi selama lomba. Kendala tersebut merupakan perbedaan suhu yang sangat ekstrem antara Amerika dan Indonesia, tidak adanya kesempatan untuk test-run sehingga tidak bisa kalibrasi data, dan bahan kimia yang berbeda tingkatan yang ada di Indonesia.

Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi Rifky dan tim karena mereka sudah memersiapkan penghangat air yang dibawa dari Indonesia untuk menghangatkan reaktor.

Sementara itu, Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas prestasi yang dipersembahkan Tim Spektronics yang juga sebagai kado Dies Natalis ITS ke-57 ini.

“Hikmahnya bagi kita semua atas prestasi ini adalah diakuinya Indonesia sebagai negara ke-4 setelah China, Hongkong, Korea dan Saudi Arabia yang dapat menyelenggarakan kompetisi Chem-E-Car yang diakui oleh IAChE dan tentu saja diakuinya Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia ITS sebagai Student Chapter IAChE,” ungkapnya. [Is]

Sumber: Humas ITS


0
0
34
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan