Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Spektronics ITS Raih Juara Pertama Chem E-Car Competition 2017 di Amerika Serikat

Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mencetak prestasi membanggakan di kancah internasional. Berkat etos kerja dan integritas mereka yang menjadi nilai – nilai  cerminan Indonesia mandiri ini, tak tanggung-tanggung tim Chem E-car ITS berhasil merebut dua juara sekaligus, yakni juara pertama untuk kategori Race Competition (Kompetisi Utama) dan Best Video Competition, dan melumpuhkan juara bertahan University of California pada American Institute of Chemical Engineers (AIChE) CHEM E-CAR Competition 2017 yang digelar pada 27-30 Oktober di Minneapolis, Amerika Serikat.

Tim Spektronics ITS terdiri dari mahasiswa Departemen Teknik Kimia ITS. Mereka adalah Rifky Putra Herminanto (angkatan 2014), M Irfan Nurul Fajar (2015), Miftahul Hadi (2015) dan Timotius Giovandi (2015), dengan pembimbing Hamzah Fansuri.

Spektronics Aerio Superior (AS), prototype mobil berukuran mini ramah lingkungan tersebut berhasil mengalahkan mobil 42 tim peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara, seperti Amerika, China, Puerto Rico, Yunani, Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, Korea Selatan. Mobil ini diramu dengan reaksi kimia H2O2 dengan Ferum (III) klorida (FeCl3) sebagai katalis.

Rifky Putra Herminanto, Koordinator Spektronics ITS menjelaskan pada kompetisi utama (Race Competition) setiap tim diberikan dua kali kesempatan untuk menempuh jarak 23,5 meter dengan tingkat eror terkecil. Tak hanya itu mobil ini juga diwajibkan untuk membawa beban air sebesar 157 mili liter yang diberi tahu sejam sebelum kompetisi. Dalam hal ini, mobil yang memiliki tingkat eror terkecil keluar sebagai pemenang kompetisi.

Pada kesempatan pertama mencoba, tim Spektronics berada di urutan ke-6 dengan error 73 cm. “Namun pada kesempatan kedua,setelah berdiskusi dan menganalisis reaksi yg terjadi, Tim Spektronics berhasil melesat menyalip dan menjadi juara pertama dengan error yg hanya 2 cm dari target sehingga bisa menyabet juara satu. Perolehan tingkat eror ini cukup kompetitif dengan juara dua yang memiliki tingkat eror sembilan senti meter oleh University of California-Irvine,” jelas Rifky.

Ada tiga kendala yang dihadapi tim Spektronics selama lomba. Kendala tersebut ialah perbedaan suhu yang sangat ekstrem antara Amerika dan Indonesia, tidak adanya kesempatan untuk test-run sehingga tidak bisa kalibarasi data dan bahan kimia yang berbeda tingkatan yang ada di Indonesia. Namun hal itu tidak menjadi masalah bagi Rifky dan tim karena ia dan tim sudah mempersiapkan penghangat air yang dibawa dari Indonesia untuk menghangatkan reaktor.

“Meskipun tidak ada test-run kami tidak merasa ragu karena kami sudah berangkat dengan persiapan yang matang dari Indonesia dan semua kemungkinan sudah disimulasikan terlebih dahulu,“ tutur mahasiswa Departemen Teknik Kimia tersebut.

Perolehan juara pertama ini merupakan perolehan prestasi paling besar dalam sejarah tujuh tahun Spektronics ITS.  “Ini merupakan prestasi terbesar Spektronics ITS sejauh ini. Dan kemenangan ini tentu kami persembahkan untuk Indonesia dan ITS tercinta,” ujar Putu Adhi Rama Wijaya, Ketua Tim Spektronics ITS.

“Hikmahnya bagi kita semua atas prestasi ini adalah diakuinya Indonesia sebagai negara ke 4 (setelah China Hongkong, Korea dan Saudi Arabia) yang dapat menyelenggarakan Kompetisi Chem-E-Car yang diakui oleh IAChE dan tentu saja diakuinya Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia sebagai Student Chapter IAChE,” ujar Rektor ITS Joni Hermana. [Ar/dbs]

 

Sumber foto: indonesiaproud.wordpress.com

0
0
5
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan