Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Sosok Inspirasi, Sugeng Handoko Ubah Desa Tereksploitasi menjadi Ekowisata

Sugeng Handoko bisa menjadi salah satu sosok menginspirasi kita semua. Semangat Indonesia Mandiri  seaakan sudah terpatri dalam diri lelaki Pemuda asal Dusun Nglanggeran Kulon,Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Gunungkidul ini. Kepeduliannya untuk mengembangkan dan melestarikan tempat kelahirannya, ia mampu menggerakkan dan mengubah kebiasaan masyarakat yang awalnya mengeksploitasi lingkungan menjadi peduli dan berdampak mendatangkat banyak wisatawan.

Nglanggeran merupakan gunung api purba yang terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Gunung api yang pernah aktif jutaan tahun lalu itu berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta. Kawasan gunung ini memiliki luas sekitar 48 hektar dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut.

Tidak banyak yang warga lakukan untuk mengembangkan dan melestarikan karunia alam itu, tingkat urbanisasi di Desa Nglanggeran yang sangat tinggi, pemuda lebih banyak memilih meninggalkan desa dan mencari kerja di kota

Sugeng bertekad membuat perubahan dengan menjalankan ekowisata. Bersama sejumlah pemuda di tiga dusun di Nglanggeran, yakni Nglanggeran Kulon, Nglanggeran Wetan, dan Gunung Butak, Sugeng merintis kegiatan pariwisata berbasis lingkungan atau ekowisata. Kebetulan, saat itu Sugeng menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Bukit Putra Mandiri di Desa Nglanggeran sehingga ia leluasa mengorganisasi pemuda.

“Kita jadikan pemuda sebagai virus perubahan dan semangat perjuangan karena pemuda ujung tombak atas segala keberhasilan sampai sekarang ini,” ungkap Sugeng.

Sugeng menuturkan, langkah pertama yang dilakukannya adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat setempat tentang potensi wisata kawasan itu.

”Bagi masyarakat yang tinggal turun-temurun di Nglanggeran, kondisi alam di sini dianggap biasa saja, tidak menarik. Persepsi itulah yang coba kami ubah,” tuturnya.

Untuk mengenalkan desa yang sedang dibangun itu, Sugeng dan teman-temannya juga mempromosikan keindahan alam Gunung Api Purba Nglanggeran, termasuk menyebarkan brosur ke sekolah. Selain itu, Sugeng juga mengikuti mencoba mengikuti kompetisi menulis blog tingkat nasional yang diikuti ribuan peserta. Tak disangka, tulisannya yang mengulas tentang desanya yang memiliki banyak potensi berhasil meraih juara 2 nasional. Dari situ, ia menyadari pentingnya mengikuti berbagai kompetisi untuk mencoba mengenalkan potensi desa, dan juga mendapatkan jaringan.

Saat itu ia masih menempuh studi di Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Aktivitas kuliah dan memimpin karang taruna untuk mengembangkan wisata di Nglanggeran membuat Sugeng harus rela bolak-balik Yogyakarta-Gunungkidul. Jarak yang lumayan jauh membuatnya tak patah semangat untuk membangkitkan potensi daerahnya dan mencoba mengenalkan Nglanggeran kepada dunia.

Berkat kerja kerasnya, kini kegiatan wisata di Nglanggeran kini berkembang pesat. Manfaat ganda muncul, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Mulanya, kegiatan wisata yang berkembang di Nglanggeran hanyalah trekking di kawasan gunung api purba. Sambil mendaki gunung, wisatawan bisa menikmati pemandangan batu-batu breksit andesit raksasa atau menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari puncak gunung.

Seiring dengan berjalannya waktu, kawasan ekowisata Gunung Api Purba Nglanggeran kini menawarkan beragam paket wisata, mulai dari jelajah alam, outbond, perkemahan, panjat tebing, wisata budaya dan ritual, paket menikmati sunset dan sunrise, dan apalagi setelah adanya Embung Nglanggeran dan Air Terjun Kedung Kandang yang menjadi daya tarik baru. Fasilitas pendukung seperti kuliner dan home stay telah tersedia. Bahkan fasilitas spa saat ini sedang disiapkan oleh pengelola.

Ke depan, pariwisata di Nglanggeran diperkirakan terus berkembang karena Gunung Api Purba Nglanggeran merupakan bagian dari kawasan Geopark Gunung Sewu yang baru saja ditetapkan sebagai anggota Jaringan Taman Bumi Global (Global Geopark Network) oleh UNESCO.

Etos Kerja Sugeng dalam memberikan perubahan di Desa Nglanggeran memang patut diapresiasi. Maka tak heran jika lewat peran yang digagas, ia berhasil mendapatkan penghargaan seperti Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2011 dalam bidang seni budaya dan pariwisata, Youth Change Maker 2011, juara 1 Kader Konservasi DI Yogyakarta 2013, Pelaku PNPM Mandiri terbaik 2014 oleh Kemenkokesra, dan pemenang Hilo Green Leader 2015.

Selain itu, penganugerahan CIPTA Award Kemenbudpar RI Tahun 2011, penghargaan Mandiri Bersama Mandiri (MBM) Challenge sektor Pariwisata kategori Semi Established, Juara II Pokdawis Berprestasi Tingkat Nasional dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2013, dan masih banyak penghargaan lain diraih oleh kelompok-kelompok pengelola Nglanggeran. [Is]

Sumber foto: http://travel.kompas.com

0
0
23
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan