Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Seminar Universitas Palangkaraya dengan Kemenko PMK : Wujudkan Indonesia Tertib dengan Kembalikan Fungsi Trotoar

Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya bukan hanya karena faktor kelalaian pengguna kendaraan, tapi juga minimnya fasilitas pendukung keselamatan. Salah satunya seperti trotoar untuk pejalan kaki serta transportasi umum.

Dua faktor ini menjadi pokok penting dalam Seminar hasil penelitian Universitas Palangkaraya dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Pasalnya Kebudayaan tertib belum menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia. Misalnya, mengikuti antrean di ruang publik kerap diisi dengan keluhan, terutama saat mendapat nomor antrean paling akhir. Bahkan, dalam beberapa kasus, rebutan di jalan raya akhirnya berimbas pada hak pejalan kaki. Bahkan berdesakan dan memperebutkan sesuatu menyebabkan kematian.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Bambang Supriyono Lautt dalam kegiatan yang di gelar pada hari Sabtu 9 Desember 2017, di Gedung Rektorat Universitas Palangka Raya Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Dia mengatakan Gerakan Revolusi Mental yang digagas Presiden Joko Widodo meliputi lima gerakan perubahan, yaitu gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia bersatu.

Gerakan Revoluai Mental dimaksudkan untuk mengatasi berbagai persoalan mentalitas, karakter dan kepribadian bangsa Indonesia. "Untuk itu, diperlukan satu kelompok tertentu yang dapat menjadi konseptor, pendorong dan mengajak untuk melakukan perubahan," paparnya. [Ar]


 Sumber foto : Kemenko PMK

0
0
59
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan