Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Prevalensi Penyakit Kanker Payudara Kian Tinggi, YKI Ajak Warga Lebih Peduli

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker cukup tinggi. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 dari 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang. Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat prevalensi tertinggi, yaitu 1 dari 1.000 penduduk.

Dari berbagai jenis kanker yang sudah diketahui, kanker payudara merupakan jenis yang  paling banyak diderita. Di Indonesia, kasus baru kanker payudara menjadi kasus kematian tertinggi dengan angka 21,5 pada setiap 100.000 penduduk.

Sedangkan di Kota Bogor, seperti yang terlansir di republika.co.id , telah terhitung sebanyak 728 warga terdeteksi mengidap beragam jenis kanker. Ada 78 orang di antaranya mengidap kanker payudara. Menanggapi persoalan ini, Pemerintah kota (Pemkot) Bogor bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan para survivor kanker mendeklarasikan Bogor Peduli Kanker Payudara. Dengan dekorasi serba warna pink, yang merupakan simbol dari peduli kanker payudara terlihat di ikon Lapangan Sempur pada Sabtu (21/10).

Dalam kesempatan ini Ketua YKI Bogor, Yane Ardian menyatakan, deklarasi tersebut digelar untuk memperingati bulan peduli kanker payudara, serta bentuk aksi nyata kepedulian kepada para penderita kanker payudara. “Selain perempuan, perlu diketahui juga bahwa kanker payudara berisiko kepada laki-laki. Kami menggelar ini, sebagai bentuk kepedulian kepada penderita kanker payudara. Mereka tidak sendiri,” ungkap Yane di Lapangan Sempur, kota Bogor.

Selain deklarasi, Yane mengataan, pihaknya juga akan meluncurkan paguyuban peduli kanker payudara, dan memberi santunan kepada para penderita kanker payudara di kota Bogor. Hingga saat ini, sumbangan yang terkumpul dari para donatur telah mencapai Rp 300 juta. “Dengan adanya aksi nyata seperti ini, diharapkan, dapat menambah kepedulian masyarakat kota Bogor kepada penderita kanker payudara,” tegas Yane.

Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Bogor, Rubaeah mengimbau, agar masyarakat melakukan deteksi dini kanker payudara. Caranya, yaitu dengan melakukan Sadari (Periksa Payudara Sendiri), kemudian Sadanis (Periksa Payudara Klinis).

Lanjut Rubaeah, menurutnya Dinas Kesehatan kota Bogor telah berupaya untuk mensosialisasi pencegahan kanker payudara kepada masyarakat. Karena itu, dia mengimbau masyarakat tidak takut memeriksakan diri. “Seperti poin deklarasi tadi, kanker payudara bisa dicegah dan disembuhkan dengan deteksi dini. Dan kanker payudara tidak akan memupuskan harapan,” tegas Rubaeah.

Dalam menyemarakkan Bulan Peduli Kanker Payudara Internasional atau “Breast Cancer Awareness” ini, dilaksanakan  juga pemutaran video tentang pencegahan kanker yang berlangsung di empat titik videotorn yang ada di Kota Bogor. Langkah tersebut sebagai upaya maksimal Pemerintah Kota Bogor untuk mengkampanyekan kanker payudara kepada masyarakatnya. [Ar/dbs]


Sumber foto: republika.co.id

0
0
124
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan