Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Penuhi Kebutuhan Guru di Daerah, Pemerintah Sediakan Lima Program Afirmasi

Tema Hari Guru Nasional tahun ini adalah "Membangun Pendidikan Karakter melalui Keteladanan Guru". Tema tersebut, kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy , berkaitan erat dengan implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Dalam Perpres tersebut, Presiden Jokowi mengamanatkan bahwa guru sebagai sosok yang utama dalam satuan pendidikan. Guru harus dapat berperan sebagai tokoh penting atau panutan bagi peserta didiknya, dan guru harus menjadi sumber keteladanan.

Sebagai bentuk gerakan Indonesia Melayani dalam menyongsong Revolusi Mental, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyediakan lima program afirmasi, untuk memenuhi kebutuhan guru di daerah, khususnya di daerah yang tergolong terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Program ini terdiri dari Program Sarjana Mendidik di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T), Guru Garis Depan (GGD) dan guru yang bertugas di daerah khusus, Sertifkasi Keahlian dan Sertifikasi Pendidik bagi Guru SMA/SMK (Program Keahlian Ganda), Program Pemberian Subsidi Bantuan Pendidikan Konversi GTK PAUD dan DIKMAS, serta Program Diklat Berjenjang bagi Pendidik PAUD.

Program SM3T merupakan pengabdian sarjana pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama setahun. Program tersebut bertujuan menyiapkan pendidik profesional. Setelah mengikuti SM3T, para guru bisa melanjutkan Program Pendidikan Profesi Guru.

Kedua, GGD yang diselenggarakan  sebagai upaya untuk memeratakan akses pendidikan dengan meningkatkan ketersediaan tenaga pendidik di daerah 3T. Saat ini, Kemendikbud tengah menggodok rencana pererekrutan 17.000 GGD Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi serta Badan Kepegawaian Negara.

 “Kemendikbud akan merekrut 17.000 Guru Garis Depan atau GGD untuk ditempatkan di 15.000 desa, daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Guru tersebut akan menyandang status calon pegawai negeri sipil (CPNS) setelah lulus program GGD. Program tersebut dicanangkan akan bergulir hingga tahun depan,” tutur Plt. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan,Hamid Muhamad.

Selanjutnya, Program Keahlian Ganda diinisiasi karena kurangnya guru produktif di SMK. Dengan adanya Program Keahlian Ganda, guru normatif bisa mendapatkan sertifikat keahlian sebagai guru produktif. Mereka akan mengikuti pelatihan yang dibagi menjadi lima tahap, sebelum mendapatkan sertifikat keahlian. Sertifikat tersebut dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Terkait Program Pemberian Subsidi Bantuan Pendidikan Konversi GTK PAUD dan DIKMAS 2017, pemerintah memberi dana bantuan pendidikan  untuk 1.819 orang, tentunya di jurusan yang sesuai dengan bidang PAUD dan Dikmas yaitu Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Luar Sekolah (PLS), dan Bimbingan Konseling (BK) yang tersebar di 36 perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Terakhir, Program Diklat Berjenjang bagi Pendidik PAUD 2017, Pemerintah menyelenggarakan program diklat dasar yang dilakukan oleh PKG sebagai organisasi mitra dan Pelatihan Calon Pelatih (PCP) Dasar yang dilakukan oleh HIMPAUDI dan IGTKI tingkat provinsi.

Sasaran Diklat tersebut berjenjang tingkat dasar adalah Guru PAUD non-formal yang berkualifikasi SLTA dan SLTP dan belum mendapatkan kesempatan mengikuti diklat berjenjang dan program lain yang sejenis.

Guna memenuhi kebutuhan pelatih dalam program tersebut, pemerintah memiliki Program Pelatihan Calon Pelatih (PCP) yang dilakukan oleh 40 organisasi mitra di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 2000 orang. [Is]

Sumber: http://edukasi.kompas.com

0
0
12
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan