Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Pelatihan Media Sosial: Viralkan Hal Positif dan Edukatif

Media sosial sudah lekat dengan kehidupan sehari-hari. Hampir di seluruh kegiatan yang kita jalankan, terdapat kontribusi dari media sosial. Selain untuk berkomunikasi, pengguna media sosial seringkali berbagi tentang berbagai hal dan peristiwa yang mereka alami. Tanpa sadar, berbagai peristiwa yang mereka bagikan menyebar secara luas dan menjadi viral. Seringkali informasi viral ini menimbulkan gesekan di dalam masyarakat. Dibutuhkan langkah antisipatif untuk mencegah gesekan sosial di masyarakat yang disebabkan viralnya konten yang dibagi melalui media sosial.

 

Melihat kondisi ini, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan Pelatihan Penggunaan Media Sosial yang mengundang pelajar, mahasiswa, dan netizen. Kegiatan yang sudah dilaksanakan hampir di 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2017, yang bertujuan untuk mengembangkan bakat para pengguna media sosial sesuai dengan kemampuan dan ciri khas yang dimiliki bangsa Indonesia. Sekaligus sebagai langkah antisipatif yang dilakukan oleh Kemenko PMK untuk mencegah dampak negatif di masyarakat akibat informasi yang dibagikan di media sosial.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida menyatakan bahwa bentuk pelatihan yang diberikan berupa metode peliputan dan penyebarluasan berbagai peristiwa di masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai revolusi mental. “Integritas, gotong royong, kerja keras dan ini semua akan diramu sehingga menjadi sebuah konten yang dapat disebarluaskan dan mampu mengedukasi dan memotivasi masyarakat lainnya” ujar Nyoman.

 

Kegiatan pelatihan ini mendapatkan respon yang positif dari para peserta. Nyoman menyatakan, “Respon mereka sangat bagus dan mereka sangat senang bahwa aktivitas yang dilakukan di media sosial mendapatkan perhatian khusus” ujar Nyoman.  Kemenko PMK juga sangat mengapresiasi para peserta pelatihan karena menurut Nyoman secara tidak langsung mereka menjadi agen-agen revolusi mental di daerahnya masing-masing.

 

Terkait keberlanjutan dari Program Pelatihan Media Sosial ini, Nyoman menyatakan bahwa Kemenko PMK akan melakukan evaluasi di berbagai bidang. “Evaluasi akan membahas mengenai teknis pelaksanaan dan juga rencana kami ke depan untuk mengundang best of the best dari setiap provinsi ke Jakarta untuk dicari yang terbaik dan akan mendapatkan penghargaan” ujar Nyoman.

 

Terakhir, Nyoman berharap agar para peserta yang sudah mengikuti pelatihan media sosial agar dapat memiliki karakter kebangsaan. “Mereka dapat mengimplementasikan nilai-nilai revolusi mental seperti kerja keras, gotong royong, dan etos kerja dan menjadi agen-agen perubahan ke arah yang positif dan tidak saja menjadi penonton, tetapi juga aktif memotivasi orang lain melalui media sosial” tutup Nyoman. [Ar/dbs]

 

Sumber foto : BeritaHati.com

0
0
20
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan