Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Nurul Indriyani: 'Wong Ndeso' Jadi Pembicara PBB di Negeri Paman Sam

Kampanye Nurul Indriyani mengenai kesetaraan pendidikan dan pencegahan pernikahan dini di lingkungan sebayanya membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkesan. Perempuan yang berusia genap 19 tahun ini, menaruh perhatian lebih untuk pendidikandan pencegahan usia dini pada anak dilingkungan tempat tingggalnya.


Kiprah anak pertama pasangan Pujianto dan Siti Musa’adah ini diawali di desanya. Ia prihatin melihat teman-teman perempuannya jarang yang lulus SMP, karena dikampungnya ini wanita yang menginjak usia 17 tahun dan belom menikah dianggap perawan tua. Menariknya Nurul juga prihatin kepada orang tuanya sendiri yang menikah di usia 15 tahun.


Berbekal kepeduliannya akan maraknya pernikahan dini di kampungnya, Ia dan beberapa temannya membuat organisasi Persatuan Pelajar Anak Desa Padang (PPADP) melakukan survei kecil-kecilan dan menemukan rata-rata sebanyak 30 anak menikah setiap tahun. Sedang di tingkat kecamatan, angkanya mencapai 67 anak.


"Bersama teman-teman kami melakukan semuanya, mulai dari mencari nara sumber, menuliskan, hingga menyebarkan secara gratis ke rumah - rumah penduduk," ujarnya.


Hal tersebut seperti yang diungkapkan Nurul, pada saat menjadi salah satu tamu utama ‘Wong Ndeso Go Internasional’ sebuah topik dalam kick andy show (03/02). Nurul mengisahkan perjalanan usahanya. Dalam langkahnya, Nurul dan teman – temannya berinisiatif membuat 'koran' untuk menyuarakan pencegahan pernikahan dini, pada tulisan di selembar kertas yang di-lay out mirip koran, namanya 'Koran Selembar.'


Berkat kepeduliannya yang disertai nilai – nilai integritas dan etos kerja. Nurul mendapat apresiasi dari organisasi yang fokus pada upaya pemenuhan hak-hak anak, Plan Indonesia.



Nama Nurul mendunia setelah ia terpilih sebagai wakil Asia Pasifik dalam forum Day of Girl yang juga dihajat PBB di New York  Amerika Serikat pada 2013 tahun lalu. Gadis asal Dusun Karang Sari Desa Padang, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah ini menjadi duta untuk program 'Because I Am A Girl' (BIAAG), kampanye yang menyuarakan pentingnya pemberdayaan bagi anak perempuan.


Tak hanya itu, alumni sekolah Madrasah Aliyah Mamba’ul Ulum, Grobogan ini merupakan salah satu anak Indonesia berprestasi yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Penghargaan yang diberikan pemerintah melalui Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan/Perlindungan Anak, langsung, di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada Puncak Peringatan Hari Anak Nasional pada waktu itu.


Kini Nurul walau diusianya yang terbilang masih muda, ia sudah menjadi pembicara dalam forum – forum nasional maupun internasional. Ia juga berharap langakahnya ini dapat memberi semangat khususnya kepada perempuan muda untuk fokus terhadap kesetaraan laki - laki dan perempuan, pendidikan, penghapusan kesenjangan ekonomi dan sosial. [Ar/dbs]


Sumber foto :brilio.net


 


0
0
16
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan