Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Mudamudigital Gelar Sosialisasi Literasi Cerdas Bermedia Sosial

Belajar banyak dari kasus kurang bijak penggunaan sosial media, maka perlu adanya gerakan Revolusi Mental dalam Sosial Media. Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) pun melakukan Gerakan Nasional Revolusi Mental sesuai dengan Intruksi Presiden (Inpres) No. 12 Tahun 2015).

Perlu diketahui bahwa Revolusi Mental adalah gerakan nasional untuk mengubah cara pandang, pola pikir, sikap-sikap, nilai-nilai dan perilaku Bangsa Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian yang menjadi cerminan Indonesia mandiri. Revolusi Mental sering disebut Gerakan Hidup Baru Bangsa Indonesia. Dan, Revolusi Mental bertumpu pada 3 nilai-nilai dasar yaitu: integritas, etos kerja dan gotong royong.

Sejalan dengan hal tersebut, Mudamudigital mengadakan sosialiasi dengan tema “Literasi Cerdas Bermedia Sosial”. Acara ini diselenggarakan di Hotel Eastparc, Yogyakarta (26/10).

​Perhelatan di Yogyakarta kali ini merupakan Kick-Off dari delapan rangkaian acara. Dalam sosialisasi membahas internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta dari total populasi penduduk Indonesia sebesar 256,2 juta orang.

Wilayah pengguna internet terbesar dipegang oleh Jawa dengan 86.339.350, sedangkan wilayah terkecil ialah Maluku dan Papua dengan jumlah 3.330.596. Generasi muda menempati posisi teratas pengguna internet. Pada kategori 20-24 tahun ditemukan 22,3 juta jiwa pengguna yang setara 82 persen dari total penduduk di kelompok itu.

Sedangkan pada kelompok 25-29 tahun, terdapat 24 juta pengguna atau setara 80 persen total jumlah jiwa. (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, 2016).

​Meningkatnya perkembangan pengguna internet di Indonesia memiliki dampak positif antara lain semakin meningkatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia. Hal ini disebabkan akses yang lebih mudah dan telah memungkinkan siapapun untuk terhubung kapanpun diinginkan. Data APJII tahun 2016 juga menyebutkan bahwa 84.2 juta orang melakukan transaksi online dengan nilai transaksi yang diprediksi mencapai 4,89 Miliar dollar AS pada tahun yang sama.

​Namun, disaat yang bersamaan, pertumbuhan pengguna yang massif ini membuka ruang yang lebih luas untuk meningkatnya radikalisme digital, jejaring teroris online, berita palsu, ujaran kebencian dan cyberbullying

​Sejak tahun 2008, terdapat 144 orang yang telah diproses hukum dikarenakan melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), terutama terkait dengan berita palsu dan ujaran kebencian di media sosial (The Jakarta Post, 2017). Lebih lanjut lagi hingga tahun 2016 terdapat sekitar 773.000 situs yang diblokir oleh Kementerian Kominfo dan mayoritas situs ini merupakan situs pornografi (Kominfo, 2017).

Berita-berita hoax yang menyesatkan ini beredar lewat berbagai jalur digital, termasuk situs media online, blog, website, media sosial, email, dan aplikasi pesan instan.

​Sebut saja seperti Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, Line dan lain sebagainya. Situs-situs ini adalah situs yang paling banyak digandrungi anak muda yang notabene mempunyai angka tertinggi pengguna internet. Ironisnya, disinilah wadah bagi berita hoax untuk menyebar dengan cepat.

​Bisa dibayangkan apabila generasi penerus bangsa ini tidak cerdas literasi digital. Mereka akan mudah percaya berita-berita hoax yang menyesatkan dan berpotensi untuk memecah belah persatuan. Indonesia pada masa depan hanya akan menjadi mimpi buruk.

​Untuk itu, Mudamudigital beserta Siberkreasi, FIRAL dan Kementerian Komunikasi dan Infromartika ingin mengajak generasi muda agar menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas melalui Sosialisasi Literasi Cerdas Bermedia Sosial. Generasi yang tidak hanya dapat manangkal konten negatif tapi juga dapat meciptakan konten-konten kreatif di dunia digital. Namun juga memiliki dampak positif bagi kemajuan bangsa ini. [Ar/dbs]

 Sumber foto : lintasntb.com

0
0
8
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan