Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Menag: Unjuk Rasa itu Hak, Tapi Jangan Sampai Anarkis

Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau agar pengunjuk rasa pada 4 November nanti dilakukan sesuai dengan ketentuan. Menurut Menag, unjuk rasa atau demonstrasi merupakan hak setiap warga negara yang telah tercantum dalam undang-undang.

 "Namun meskipun itu menjadi hak setiap warga negara, tapi unjuk rasa itu harus tetap dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, jangan sampai anarkis," ujar Menang usai membuka resmi kegiatan Annual International Conference On Islamic Studies (AICIS) Ke-16 Tahun 2016 di Bandar Lampung, Selasa (1/11/2016) malam.

 Menurut Menang, setiap orang harus bisa menghormati para pengunjuk rasa. "Jadi sebagai saudara sebangsa kita bisa saling menghormati dan menghargai penggunaan hak masing-masing warga negara," lanjutnya.

 Sikap saling menghargai ini juga merupakan salah satu poin besar dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Dengan sikap saling menghargai, diharapkan akan tercipta suasana Indonesia yang tertib.

 Unjuk rasa sebenarnya menjadi salah satu momen tepat untuk menciptakan sikap saling menghargai di antara para pengunjuk rasa dan non-pengunjuk rasa. Dengan begitu program Revolusi Mental diharapkan dapat segera terwujud di kalangan rakyat Indonesia.

 Menag Lukman juga mengatakan, sebagaimana lazimnya unjuk rasa, demonstrasi adalah upaya untuk menyampaikan aspirasi, bukan untuk memaksakan kehendak apalagi dengan merusak fasilitas umum, fasilitas sosial, dan sebagainya.

"Anarkisme itu tentu tidak dibenarkan dalam berunjuk rasa, karena itu tidak dibenarkan dalam undang-undang," tegas Menang.

0
0
97
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan