Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Kupas Rehabilitasi Jantung, Mahasiswa UI Raih Penghargaan di Singapura

Mahasiswa pesersta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Program Studi Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI, dr. Erick Hoetama, berkat etos kerja yang tinggi, ia berhasil meraih prestasi dengan menerima penghargaan "Poster Presentation Merit Award" pada ajang The 2nd Singapore Prevention & Cardiac Rehabilitation Symposium (SPCRS) 2017 di Novotel Clarke Quay, Singapore.

Ajang tersebut simposium mengenai penanganan dan rehabilitasi penyakit jantung yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh Singapore Heart Foundation, bekerja sama dengan beberapa institusi lain seperti National University Heart Centre Singapore dan National Heart Center Singapore.

Seperti yang dilansri dari laman UI, dr. Erick turut serta dalam kompetisi kategori Exercise prescription, dari empat kategori yang yang dibuka komptesi poster ilmiah tersebut, yaitu Exercise prescription, Telehealth, Policy & Strategy, dan Nursing & Allied Health. Melalui Abstrak penilitiannya yang berjudul “6 Min Walking Test after Cardiac Surgery: Predictor and Results of Rehabilitation Programme, National Cardiovascular Center Harapan Kita Experience”, ia terpilih masuk 20 besar abstrak terbaik dan berhak untuk dipresentasikan pada acara puncak The 2nd SPCRS 2017. Sangat membanggakan, karena di akhir acara nama dr. Erick diumumkan sebagai peraih Poster Presentation Merit Award”.

Penelitian dr. Erick mengupas tentang efek rehabilitasi jantung pada pasien dewasa pasca menjalani operasi bedah jantung. Efek rehabilitasi dinilai dengan uji jalan selama 6 menit (six minute walking test). Setelah menjalani fase rehabilitasi selama 2-4 minggu, ditemukan peningkatan nilai uji jalan 6 menit yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa rehabilitasi pasca operasi bedah jantung memberikan efek yang sangat memuaskan.

Selain itu, pada penelitian tersebut dr. Erick juga menemukan faktor-faktor yang berpengaruh pada hasil uji jalan 6 menit. Faktor yang ditemukan berhubungan dengan antara lain jenis kelamin, usia, tinggi badan, fraksi ejeksi jantung, jenis operasi jantung, baseline uji jalan 6 menit, dan adanya faktor risiko seperti diabetes dan fibrilasi atrium.

dr. Erick mengungkapkan rasa senang dan terima kasih kepada para pembimbingnya di Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI-Pusat Jantung Nasional Harapan Kita sehingga mampu menjuarai ajang dua tahun sekali yang diselenggarakan oleh Singapore Heart Foundation bekerja sama dengan National University Heart Centre Singapore dan National Heart Center Singapore.

“Berbagai masukan dan revisi yang mereka berikan kepada saya semakin meningkatkan semangat saya untuk meraih hasil yang terbaik,” ungkapnya.

Ia juga berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat umum. “Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa program rehabilitasi jantung itu penting. Program tersebut tidak hanya memberikan latihan-latihan fisik, tetapi juga edukasi tentang pentingnya pengendalian faktor risiko dan memberikan dukungan psikososial, sehingga pasien dapat menjalani aktivitasnya seperti dahulu tanpa rasa khawatir,” tutup dr. Erick. [Is]

Sumber : http://www.ui.ac.id

0
0
8
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan