Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Mahasiswa ITS Kembangkan Bahan Penyambung Tulang Patah dari Magnesium

Mahasiswa Indonesia kembali berhasil menghasilkan gagasan-gagasan inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Kali ini, lewat Mohamad Mualliful Ilmi dan Denny Okta Kusumawardhana, mahasiswa Departemen Kimia Fakultas Ilmu Alam (FIA) Institut Teknologi Sepuluh November  (ITS) Surbaya, dengan integritas serta etos kerjanya dan mengimplementasikan nilai-nilai revolusi mental, berhasil mengagas suatu pengembangan material ortopedi berbasis magnesium yang berfungsi untuk membantu memperbaiki patah tulang.

Dilansir dari laman ristekdikti.go.id, bahan magnesium dinilai lebih aman daripada materi ortopedi penyambungan patah tulang selama ini yang dibuat dari alloy(perpaduan logam), titanium ,dan platina.

"Bahan-bahan itu faktanya sulit terdegradasi dan dapat menjadi racun jika larut dan bebas ke dalam tubuh dalam jumlah besar," kata Mohammad Mualliful Ilmi, mahasiswa Departemen Kimia Fakultas Ilmu Alam (FIA), Rabu (4/10/2017).

Alat ortopedi merupakan alat fiksasi patah tulang yang dipasangkan di tulang yang patah agar bisa menyambung kembali.

Ilmi, begitu ia akrab disapa, ide tersebut ternyata terinspirasi dari pengalamannya dibeberapa tahun lalu, ilmi menjalani operasi patah tulang dan  mengharuskan tulangnya dipasang implan, selain itu, ia juga harus kembali menjalani operasi untuk mengambil implan peralatan ortopedi begitu tulangnya sudah menyambung kembali dengan memakan biaya yang sangat besar.

"Akhirnya saya berkeinginan untuk mencari potensi material pengganti yang dapat terdegradasi tanpa pengangkatan dan dapat disintesis secara ramah lingkungan," ungkap ilmi.

Dari latar belakang tersebut, akirnya Ilmi mengajak Denny yang merupakan rekan satu departemennya untuk mewujudkan gagasan tersebut. Selain itu, dalam karyanya tersebut, Ilmi juga merancang cara produksi materi ortopedi dari bahan  magnesium yang yang ramah lingkungan.

"Kami mencoba menggunakan metode elektrolisis langsung yang cukup pakai energi listrik, dan magnesiumnya kami peroleh dari air laut,” jelasnya.

Hebatnya  lagi, ide pembuatan materi ortopedi alternatif itu berhasil mengantongi juara pertama dalam ajang Indonesian Youth Conference on Sustainable Development (IYCSD) 2017 di Yogyakarta, akhir September lalu.

Ada empat kategori dalam konferensi tersebut yaitu kesehatan, sains dan teknologi, agroteknologi dan sosial humaniora. “Karya kami saat itu termasuk dalam kategori sains dan teknologi,” ujar Ilmi yang bertindak sebagai ketua tim. [Is]

Sumber: ristekdikti.go.id

0
0
36
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan