Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Lawan Asam Urat, 'Putri Malu Kini Ada Estraknya'

Penggunaan tanaman obat semakin berkembang luas di masyarakat, salah satunya adalah putri malu (Mimosa pudica L.). Beberapa referensi etnofarmakologi menyebut tanaman ini digunakan sebagai salah satu campuran pengobatan asam urat. Dari referensi tersebutlah menjadi ketertarikan Dosen Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik Fakultas Farmasi Unpad Dr. Sri Adi Sumiwi, M.S., Apt., untuk meneliti lebih jauh tentang khasiat putri malu sebagai anti asam urat. Sejak 2013, penelitian ini dilakukan hingga telah melakukan uji  toksisitas dan uji aktivitas.

Dilansir dari laman Unpad, Sri menuturkan, penelitian ini menggunakan herba putri malu. Artinya, seluruh bagian selain akar (daun, batang, dan bunga) digunakan sebagai  simplisia untuk membuat ekstrak. Herba yang sudah dikeringkan selanjutnya ditumbuk sampai halus sebelum dibuat esktrak.


Hasilnya, selama tiga bulan percobaan, ekstrak putri malu termasuk  aman untuk digunakan dalam waktu lama. Penelitian sebelumnya sudah dilakukan uji toksisitas pada akut hewan coba dihasilkan LD50 sebesar 2 g/Kg BB yang termasuk dalam kategori praktis tidak toksik. “Hampir semua obat sebenarnya memiliki efek toksik bila digunakan pada dosis yang berlebihan,  oleh karena itu harus digunakan sesuai dengan dosis efektifnya,” ujarnya.


Sri menjelaskan, ada tiga kategori obat herbal di Indonesia, yaitu jamu, herbal terstandar, dan fitofarmaka. Ekstrak putri malu ini telah dapat dikategorikan sebagai herbal terstandar. Kategori herbal terstandar, obat herbal telah diuji secara preklinis, atau pengujiannya belum sampai ke tahap klinis.


Secara singkat, obat herbal ini telah berdasarkan penelitian dan sudah diuji hingga tahap preklinis. Pada kategori ini, obat sudah  boleh dibuat dalam bentuk seperti sediaan modern, yaitu tablet, kaplet, atau kapsul. Pada ekstrak putrimalu ini telah dibuat dalam bentuk sediaan tablet.


Penilitian tentang tanaman herbal ini sudah lama dilakukan Sri, dari etos kerja yang tinggi, seperti cerminan dari nilai-nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental tersebut, ia telah mendapat hibah penelitian berskala nasional. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional, maupun dipresentasikan di dalam seminar ilmiah nasional dan internasional. [Is]

Sumber: http://www.unpad.ac.id/

0
0
12
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan