Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Ksatria Airlangga: Telusuri Bahari, Ratakan Layanan Kesehatan Hingga Pulau Terpencil

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya menunjukkan integritas dan etos kerja mereka, dengan cara meluncurkan kapal yang berfungsi sebagai rumah sakit bernama Rumah Sakit Terapung (RST) Ksatria Airlangga yang mulai berlayar perdana dari Makassar menuju ke Surabaya pada 9 September 2017.


RST Ksatria Airlangga yang dilengkapi dengan peralatan medis ini dibuat dari kapal phinisi sepanjang 27 meter dan lebar 7.2 meter dan dikerjakan di sebuah galangan phinisi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Pengurus Yayasan Ksatria Medika Airlangga yang akan pengelola RST Ksatria Airlangga dr. Gadis Meinar mengatakan peluncuran kapal ini untuk menunjukkan bakti alumni kepada UNAIR.


"Kapal diluncurkan dari sebuah dermaga di Galesong, setelah sekitar satu bulan dilakukan uji coba layar di perairan sekitar kawasan produksi kapal khas Bugis itu. Seperti dirancang pada awalnya, RST ini akan menelan biaya sekitar Rp5 miliar, separuh lebih merupakan biaya pembuatan kapalnya," kata dia.


dr. Gadis mengatakan dengan keberhasilan membangun RST Ksatria Airlangga, alumni UNAIR patut berbangga. Hal itu, kata dia, RST Ksataria Airlangga merupakan RST pertama di dunia yang dimiliki oleh alumni perguruan tinggi yang akan digunakan untuk membaktikan diri pada pelayanan kesehatan dan pengabdian masyarakat di daerah-daerah terpencil di kepulauan Indonesia.


Penggagas ide awal RST, dr. Agus Hariyanto yang berdinas di kawasan kepulauan di Maluku Utara mengaku rajin menengok proses pembuatan kapal ini ke Makassar. Dalam pelayaran perdana menuju Surabaya ini pun, dokter spesialis bedah itu ikut ada di geladak kapal itu bersama para aparat keamanan setempat.


Agus Harianto menambahkan dia sedang menyusun rancangan program pelayaran kapal RST ini untuk sepanjang tahun 2018 yang dinamakan "Unair Goes to Island".


Selain untuk pelayanan dan pengabdian medis, RST diharapkan bisa dimanfaatkan untuk membuat "observational research" dengan tujuan memiliki database tentang kesehatan maritim di pulau-pulau di Provinsi Jawa Timur. "Saya kira ini sangat terbuka bagi adik-adik peneliti untuk bergabung mengerjakan riset itu, atau bikin riset sendiri dengan mengikuti pelayaran kapal RST ini," tuturnya.


Hadirnya RST Ksatria Airlangga oleh para alumni UNAIR ini membuktikan bahwa anak muda Indonesia masih semangat mengimplementasikan nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental, yakni Indonesia Mandiri dan Indonesia Melayani bagi sesama. [An]



(sumber:http://www.antaranews.com/berita/651977/alumni-fk-unair-luncurkan-rs-terapung | sumber foto: Antara)


0
0
37
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan