Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Komunitas Yogyakarta Mengajar, Bantu Anak Pedalaman Gapai Impian

Secara konstitusional, mendidik adalah tanggung jawab pemerintah. Tetapi secara moral, mendidik adalah tanggung jawab orang terdidik. Seperti cerminan nilai-nilai revolusi mental, dengan memiliki etos kerja yang tinggi untuk berkontribusi bagi bangsa, sebanyak 31 relawan dari Komunitas Yogyakarta Mengajar, menyelenggarakan kegiatan kerelawanan dengan mengajar adik-adik SDN Kropak, Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta, pada 11 November 2017, Sabtu lalu.

 

Kegiatan dimulai dengan ice breaking yang diperagakan oleh para pengajar, memicu suasana tawa murid di SDN Kropak. Dilanjutkan dengan dongeng, memberikan motivasi, simulasi mencuci tangan dan menggosok gigi, serta membuat majalah dinding.


Setelah para murid istirahat, kegiatan berlangsung di kelas masing-masing dipimpin oleh para pengajar dengan materi impian dan cita-cita dengan output membuat mading sekolah yang berisikan karya anak-anak kropak. Pada penutupan kegiatan, seluruh murid memberikan cap tangan serta menerbangkan pesawat kertas yang berisikan impian dan cita-cita.

 

Bagi komunitas Yogyakarta Mengajar, kegiatan mengajar di sekolah formal pendidikan seperti ini baru pertama kali diselenggarakan. 

“Mengajar di sekolah formal serta berlokasi di kawasan pedalaman merupakan hal baru komunitas yogyakarta mengajar karena memang kami telah memiliki tempat-tempat pendampingan akademiki/non akademik tetapi bukan di sebuah sekolah formal. Melihat antusias para relawan serta kegiatan ini memberikan dampak positif. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini rutin diselenggarakan dengan konsep dan inovasi yang lebih menarik,” kata Reza Falufi, Ketua Yogyakarta Mengajar.

 

Tujuan dari kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi Komunitas Yogyakarta Mengajar dalam upaya berkontribusi memberikan motivasi bagi anak-anak di kawasan pedalaman.

 

Anak-anak sangat perlu punya impian, tak terkecuali anak-anak di pedalaman. Contohnya anak-anak di SD Negeri Kropak, Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta, yang hanya memiliki jumlah murid sekitar 50 orang, dengan rata-rata jumlah murid tujuh sampai delapan siswa per kelas. Bahkan, terdapat salah satu kelas yang hanya memiliki tiga orang murid. Selain itu, tenaga pengajar di sekolah ini hanya tujuh orang dengan sarana dan prasarana yang masih belum memadai. Namun mereka perlu memiliki impian, terutama impian untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. 

 

“Saya bangga dengan teman-teman relawan Yogyakarta Mengajar, walaupun jauh-jauh datang hanya untuk mengajar di pedalaman, terimakasih terucap untuk relawan yang telah memberikan motivasi untuk adik-adik kropak. Semoga kedepannya masih akan tetap bersilaturahmi” Kata Suyono, Kepala Sekolah SD Negeri Kropak. [Is]


Sumber: Humas Yogyakarta Mengajar


0
0
14
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan