Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Keren! Novianti Ubah Koran Bekas Jadi Jutaan Rupiah

Gerakan Nasional Revolusi Mental merupakan gerakan untuk membangun Indonesia, gerakan untuk membangun Indonesia, yang salah satu tujuannya mewujudkan Indonesia mandiri. Artinya, Indonesia mandiri secara ekonomi dan berdaulat secara politik. Dalam menuju Indonesia Mandiri, terdapat tiga nilai utama untuk menggerakkan revolusi mental.

Salah satunya diperlukan etos kerja kerja sebagai sebuah sikap yang berorientasi pada hasil yang terbaik, semangat tinggi dalam bersaing, optimistis, dan selalu mencari cara-cara yang produktif dan inovatif yang menopang dalam menuju Indonesia Mandiri. Keyakinan mengenai pentingnya mengandalkan usaha dan kemampuan diri sendiri/negara daripada yang diberikan atau disediakan oleh orang lain/negara lain akan menjadi dasar kukuh membangun Indonesia Mandiri. 

Dengan etos kerja juga dapat dibangun daya saing untuk menghadapi tantangan persaingan pasar internasional dengan tetap menjaga dan meningkatkan pendapatan riilnya.

Sesuai dengan hal tersebut , perempuan muda yakni Briane Novianti Syukmina (26) mampu mengubah kertas koran dan majalah bekas menjadi karya indah dengan nilai Rupiah yang cukup tinggi setelah diubah menjadi barang-barang indah seperti tas, sandal, souvenir pernikahan hingga bentuk lainnya yang sangat menarik.

Seperti yang terlansir di krjogja.com , Novi menceritakan awal mula terinspirasi mengolah kertas menjadi barang-barang yang berharga jual tinggi. Menurut alumni Filsafat UGM ini, awalnya ia hanya iseng membuat tas dari bahan koran bekas pada 2012 tapi ternyata karya yang diakui masih seadanya itu laku beberapa ratus ribu oleh warga asing dari Hawaii.

"Ternyata barang bekas yang murah kok laku mahal untuk ukuran uang kita. Dari situ saya terinspirasi dan akhirnya mencoba buat model-model lain dan memang peminatnya banyak," ungkapnya , Senin (08/08).

Koran dan majalah bekas di proses dengan alat tenun lalu dicampur dengan ramuan rahasia agar menjadi awet dan tahan lama. "Nah baru setelah itu dibentuk jadi banyak barang, jadi tas dengan kolaborasi kulit, souvenir, frame foto dan barang lainnya," imbuhnya.

Saat ini Novi mempekerjakan dua karyawan untuk membuat kerajinan dari koran bekas yang akhirnya dinamai Dluwang ini. Namun jangan salah, bila pesanan melonjak ia siap menampung puluhan orang yang memiliki minat di bidang seni koran bekas.

"Dluwang ini memang ingin mengajak orang memanfaatkan barang-barang yang sebelumnya dianggap tak bernilai. Kalau mungkin merasa tertarik bisa mampir ke akun sosial media kami di instargram dluwangindonesia," pungkasnya. (Ar/Fxh)

Sumber foto: krjogja.com

0
0
30
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan