Hak Cipta © 2015-2018 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Keren! BNPB Luncurkan Tiga Software Yang Mampu Mendeteksi Dini Bencana Alam

Guna mendeteksi dini bencana alam yang terjadi di Indonesia, BNPB Pusat meluncurkan tiga aplikasi sistem informasi bencana alam yaitu, Multi Hazard Early Warning System (MHEWS), Indonesia All Warning, Analysis and Risk Evaluation (InAWARE) dan Indonesia Scenario Assessment for Emergencies (InaSafe). 

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei pada saat peluncuran tiga aplikasi tersebut, yang mengambil momentum pencanangan (26/04) sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional.

"Kemitraan strategis dengan Kementerian serta masyarakat, dan dunia usaha menjadi sangat penting, oleh karena itu menginisiasi Hari Kesiapsiagaan Bencana yang direncanakan 26 April 2018, kita luncurkan sistem kita InaWARE, InaSAFE, dan InaMHEWS," kata Willem saat sambutan di Kantor PNPB Jalan Pramuka Raya Nomor 38, Matraman, Jakarta Timur.

Ketiga aplikasi canggih yang dapat dikatakan sebagai wujud dari Indonesia melayani ini adalah, InaWARE yang merupakan aplikasi pemantauan sebagai alat bantu dan fungsi pendukung dalam pengambilan keputusan. Sementara InaSAFE merupakan software gratis, skenario dampak dan kesiapsiagaan dan resiko yang lebih baik. Sedangkan InaMHEWS adalah sistem informasi kombinasi prediksi cuaca.

"Tujuan ketiga aplikasi ini untuk monitor di mana kita memainkan semua data dan informasi kebencanaan, yang digunakan untuk memberikan peringatan dini yang dapat dipercaya," ujarnya.

Menurut Willem, BNPB khususnya Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada saat terjadinya bencana akan langsung melakukan pengendalian serta menganalisis bencana menggunakan 3 aplikasi ini.

"Dalam kegiatan hari kesiapsiagaan kita akan melaksanakan skenario simulasi. Apabila terjadi gempa dan terjadi kebakaran bagaimana kita semua di sini mampu melaksanakan evaluasi, kita memuji peralatan-peralatan yang ada, komunikasi kita, SOP kita, jadi itulah," ucapnya seperti yang terlansir di Pubinfo.id.

Willem menyampaikan, Indonesia adalah negara yang rawan bencana. Maka dengan peluncuran 3 aplikasi ini, BNPB bermaksud memberi gambaran berapa banyak daerah rawan bencana di Indonesia.

"Mengapa kita perlu mencanangkan, kita tahu bahwa negara kita ini adalah negara yang sangat rawan bencana, jutaan saudara-saudara kita tinggal di daerah rawan bencana, ada 150 juta penduduk yang terpapar oleh ancaman bencana gempa, 60 juta banjir, 40 juta longsor, 4 juta ancaman badai tsunami dan, 1,1 juta tinggal di daerah rawan ancaman erupsi," jelasnya.

"Inilah yang melatarbelakangi bahwa kita tahu dampak bencana begitu luas, dan kompleks bukan saja berpengaruh kepada kehidupan sosial, tapi juga dalam bidang pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, oleh karena itu namanya juga sangat multi dimensional dan multi stakeholder, ini adalah antisipasi penanggulangan bencana dari BNPB," tutupnya. (Ar/dbs)


Sumber foto : beritahati.com


0
0
120
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan