Hak Cipta © 2015-2017 Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
SIARAN PERS
Kepedulian Dua Anak Bali Ini Membuat Dunia Terinspirasi

Perlu diakui bahwa Bali memang salah satu obyek wisata yang menawarkan segala keindahan alam, budaya dan masyarakatnya yang luar biasa. Namun, di balik semua itu ternyata tersimpan pula bahaya laten yang perlahan tapi pasti, dan akan menjadi bencana bagi pulau ini. Apalagi kalo bukan masalah sampah.

Penggunaan kantong pelastik adalah hal biasa, harganya yang murah, mudah didapat dan praktis digunakan adalah alasan penggunaan kantong plastik. Maka tak heran jika Indonesia menjadi salah satu negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Padahal sampah plastik berbahaya bagi kesehatan dan dapat berdampak buruk bagi lingkungan.

Gadis muda kakak beradik Melati Wijsen dan Isabel Wijsen berinisiatif mendirikan program ‘Bye Bye Plastic bag’ untuk menghentikan Bali dari penggunaan kantong plastik. Hal ini bermula dari keprihatinan dua gadis yang masih terbilang anak anak kala itu dimana Melati berusia 12 tahun dan Isabel berusia 10 tahun. Keprihatinan melihat Bali rumah mereka yang dipenuhi dengan sampah terutama sampah plastik.

Gerakan yang dilakukan sejak tahun 2013 ini, berhasil meyakinkan pemerintah Bali untuk mengeluarkan peraturan pelarangan kantong plastik di Bali yang dimulai tahun 2018 mendatang. Bahkan gerakan yang selaras dengan pilar Indonesia bersih ini, menjadi contoh anak muda di belahan dunia lain agar peduli kepada isu lingkungan. Berawal dari Bali, kini gerakan Bye Bye Plastic bag bermunculan di berbagai kota lain didalam dan luar negeri.

Berkat kegigihan, integritas, dan etos keja yang tinggi, Melati dan Isabel, terpilih menjadi pembicara pada ajang World Ocean Day tahun 2017 bertajuk “Our Ocean, Our Future” berpusat di Sekretariat PBB New York, Amerika Serikat pada 8 Juni 2017 lalu. Seperti yang terlansir di TribunStyle.com, rangkaian acara yang terdiri dari konferensi dan Sidang Umum PBB diselenggarakan guna membahas solusi penyelamatan laut. Untuk mengurai benang kusut permasalahan konservasi laut yang begitu multidimensi.


Dalam pidatonya Melati dan Isabel,meminta para perwakilan negara angota PBB untuk memperhatikan kondisi lautan. Melati and Isabel yang berbicara di depan perwakilan 193 negara itu berhasil membuat majelis terpukau. Mereka jelas berpidato bukan sekadar omong kosong. Ini berdasarkan pengalaman Melati dan Isabel bergelut dengan isu lingkungan di Bali.

Dalam aksinya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik Melati dan Isabel, berkampanye memberikan kantong alternatif. Selain itu, Melati dan Isabel aktif dalam membersihkan sampah – sampah di pantai. Dengan pilar education, one island one voice, pilot village dan global, Melati dan Isabel berharap dengan inisiasi yang mereka lakukan dapat berdampak positif bagi lingkungan dimasa depan. [Ar/dbs]


Sumber foto : tribunnews.com

0
0
11
Bagaimana Tanggapanmu ?
0 Tanggapan